Dalam arahannya, Kapolres menegaskan bahwa Bhabinkamtibmas merupakan representasi terdepan institusi Polri di tengah masyarakat. Keberadaan mereka di desa binaan bukan sekadar simbol struktural, melainkan manifestasi nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan.
“Masyarakat apabila membutuhkan Polri, maka rekan-rekan Bhabinkamtibmas inilah yang menjadi ujung tombak di desa binaan masing-masing. Bhabinkamtibmas harus selalu hadir berada di tengah-tengah masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa pendekatan preemtif harus dikedepankan melalui berbagai inisiatif kreatif, edukatif, dan solutif. Langkah tersebut dinilai efektif dalam mereduksi potensi gangguan kamtibmas sejak dini, sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungannya.
Kapolres menekankan pentingnya komunikasi dialogis dan kemitraan yang konstruktif. Bhabinkamtibmas diharapkan mampu menjadi problem solver atas dinamika sosial yang berkembang di desa, dengan mengedepankan musyawarah serta pendekatan persuasif.
“Dalam pelaksanaan tugas, utamakan dialog, bangun kemitraan, dan jadilah problem solving bagi permasalahan masyarakat,” pesannya.
Menghadapi momentum Ramadan, Kapolres juga mengingatkan agar Bhabinkamtibmas meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan yang kerap muncul, seperti perang sarung, penggunaan petasan, peredaran minuman keras, penyalahgunaan narkoba, hingga praktik perjudian baik daring maupun konvensional. Pencegahan dini melalui edukasi yang berkelanjutan menjadi strategi utama dalam menjaga situasi tetap kondusif.
“Saya mohon agar jangan bosan memberikan pesan-pesan edukatif kepada masyarakat agar tidak timbul gangguan kamtibmas,” ujarnya.
Selain kompetensi teknis, Kapolres menggarisbawahi pentingnya sikap humanis, tutur kata yang santun, serta keteladanan moral dalam setiap interaksi dengan warga. Pemahaman terhadap karakteristik sosial, budaya, dan geografis wilayah binaan juga menjadi kunci efektivitas pelaksanaan tugas.
Sinergitas dengan tiga pilar desa—kepala desa dan Babinsa—disebut sebagai elemen fundamental dalam menciptakan stabilitas keamanan berbasis kolaborasi. Melalui koordinasi yang solid, respons terhadap potensi konflik maupun persoalan sosial dapat dilakukan secara terpadu dan komprehensif.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga meminta para Bhabinkamtibmas untuk aktif menyosialisasikan layanan Call Center 110 sebagai kanal resmi pengaduan dan permintaan bantuan kepolisian. Pemahaman masyarakat terhadap akses layanan ini dinilai penting untuk mempercepat respons terhadap situasi darurat.
Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kinerja, Kapolres Purbalingga menyerahkan penghargaan kepada tiga Bhabinkamtibmas berprestasi, yakni Aipda Sobirin (Polsek Padamara), Aipda Sudarno (Polsek Kaligondang), dan Aipda Tegar (Polsek Karangreja). Penghargaan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan profesionalisme dan integritas dalam pengabdian.
Melalui penguatan kapasitas dan kehadiran aktif Bhabinkamtibmas, Polres Purbalingga menegaskan
komitmennya dalam membangun sistem keamanan berbasis kemitraan serta mewujudkan Polri yang Presisi, humanis, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.(Humas Polres Purbalingga)
Punkasnya,Eko mukti.




