Kegiatan tersebut diikuti sedikitnya 400 personel gabungan yang berasal dari berbagai unsur satuan kerja di lingkungan Polres Demak, mulai dari bagian staf, satuan fungsi operasional, seksi, hingga personel dari polsek jajaran di wilayah hukum Kabupaten Demak. Simulasi ini digelar sebagai langkah strategis untuk memastikan kesiapan aparat kepolisian dalam menghadapi dinamika situasi keamanan yang berpotensi berkembang menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026.
Menariknya, latihan pengamanan tersebut dilaksanakan di tengah momentum bulan suci Ramadan, di mana sebagian besar personel tengah menjalankan ibadah puasa. Kendati demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat para anggota dalam mengikuti setiap rangkaian simulasi yang dirancang untuk meningkatkan profesionalisme, koordinasi, serta ketangguhan personel dalam menghadapi berbagai skenario situasi di lapangan.
Dalam pelaksanaan simulasi, para personel memperagakan berbagai tahapan penanganan aksi unjuk rasa yang disimulasikan secara sistematis dan berjenjang. Latihan dimulai dari situasi massa yang menyampaikan aspirasi secara tertib dan kondusif, hingga skenario peningkatan eskalasi massa yang berpotensi menimbulkan gangguan terhadap stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
Setiap tahapan latihan menitikberatkan pada penerapan langkah-langkah persuasif, pendekatan dialogis, serta upaya negosiasi yang humanis, sebelum dilakukan tindakan pengendalian massa secara terukur sesuai dengan standar operasional prosedur kepolisian. Pendekatan tersebut merupakan bagian dari prinsip penegakan hukum modern yang mengedepankan profesionalitas, proporsionalitas, serta penghormatan terhadap hak-hak masyarakat.
Kapolres Demak Arrizal Samelino Gandasaputra menegaskan bahwa pelaksanaan latihan Sispam Kota merupakan bagian penting dari strategi peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan kepolisian, khususnya dalam menghadapi potensi dinamika sosial yang dapat berkembang sewaktu-waktu di tengah masyarakat.Menurutnya, melalui latihan tersebut dapat dilakukan evaluasi terhadap kesiapan personel sekaligus mengukur efektivitas koordinasi antar satuan fungsi dalam menghadapi situasi kontinjensi.
“Dari latihan ini kita dapat melihat bahwa setiap tahapan pengamanan telah berjalan dengan baik. Namun demikian, latihan ini tentu bukan yang terakhir, karena kita harus terus menyesuaikan dengan dinamika situasi kamtibmas yang ke depan akan semakin kompleks dan dinamis,” ujar Kapolres.
Ia juga menekankan pentingnya latihan berkelanjutan sebagai sarana meningkatkan kemampuan teknis maupun taktis personel dalam menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan, termasuk aksi unjuk rasa maupun situasi kerawanan lainnya yang memerlukan penanganan cepat dan profesional.
Selain memperkuat aspek kemampuan operasional, Kapolres juga mengingatkan seluruh personel agar senantiasa menjaga kondisi fisik serta kesehatan mengingat intensitas tugas kepolisian ke depan diperkirakan akan semakin meningkat.
Hal tersebut sejalan dengan berakhirnya rangkaian kegiatan Operasi Pekat yang sebelumnya digelar untuk menekan berbagai bentuk penyakit masyarakat, serta persiapan pengamanan arus mudik dan perayaan Hari Raya Idulfitri melalui Operasi Ketupat Candi 2026 yang akan segera dilaksanakan.
“Saya berharap seluruh anggota tetap menjaga kondisi fisik dan kesehatan. Kita baru saja melaksanakan Operasi Pekat yang segera berakhir dan akan bersiap menghadapi Operasi Ketupat Candi 2026 yang menuntut kesiapan serta kerja maksimal dari seluruh personel,” tegasnya.
Lebih lanjut, Kapolres menegaskan bahwa latihan Sispam Kota juga menjadi sarana penting untuk memastikan setiap personel memahami peran, fungsi, serta tanggung jawabnya masing-masing ketika menghadapi situasi pengamanan di lapangan.
Melalui simulasi tersebut diharapkan setiap anggota mampu bertindak secara profesional, terukur, serta tetap mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap pelaksanaan tugas pengamanan kepada masyarakat.
“Meski latihan ini dilaksanakan saat anggota menjalankan ibadah puasa, saya melihat semangat dan dedikasi personel tetap tinggi. Hal ini menunjukkan komitmen kuat anggota Polres Demak dalam menjaga stabilitas kamtibmas serta memberikan rasa aman kepada masyarakat,” tambahnya.
Kegiatan latihan tersebut juga mendapatkan respons positif dari masyarakat sekitar yang turut menyaksikan jalannya simulasi. Salah seorang warga mengaku merasa senang dan mendukung kegiatan latihan yang dilakukan oleh aparat kepolisian sebagai bentuk kesiapan dalam menjaga keamanan wilayah.
“Kami sebagai masyarakat merasa senang melihat adanya latihan seperti ini. Ini menunjukkan bahwa anggota kepolisian selalu siap menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ungkapnya.
Melalui kegiatan simulasi Sispam Kota tersebut, Polres Demak menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan profesionalisme serta kesiapsiagaan personel dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah, sekaligus memastikan pelaksanaan pengamanan arus mudik dan perayaan Idulfitri di wilayah Kabupaten Demak dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif.Punkasnya,Munthohar,Aji.





