Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Jelang Idulfitri, Menko Pangan Zulhas Pastikan Program Ketahanan Pangan Berjalan, Warga Terima Bantuan Beras dan Minyak Goreng

Senin, 09 Maret 2026 | Maret 09, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-09T12:27:09Z

MNI|JEPARA, JAWA TENGAH — Menjelang momentum Hari Raya Idulfitri, pemerintah pusat memastikan berbagai program strategis di sektor pangan tetap berjalan secara optimal guna menjaga stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok di tengah masyarakat. Komitmen tersebut ditegaskan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat melakukan kunjungan kerja ke wilayah Kabupaten Jepara, Senin (9/3/2026).

Kunjungan kerja tersebut merupakan bagian dari agenda penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam memastikan implementasi program ketahanan pangan berjalan efektif di tingkat lapangan, sekaligus memantau langsung dinamika harga komoditas pertanian serta kondisi kesejahteraan masyarakat menjelang bulan Ramadan dan Idulfitri.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Menko Pangan meninjau sejumlah titik strategis di wilayah Jepara, di antaranya Desa Kaliombo, kawasan Kedung, Pantai Bulakbaru, Balai Desa Petekeyan, Kantor Kecamatan Jepara, Pendopo Kartini, serta Masjid Agung Jepara.

Saat berada di Desa Kaliombo, Zulkifli Hasan yang didampingi Bupati Jepara Witiarso Utomo berdialog secara langsung dengan para petani dan warga setempat. Dalam suasana yang berlangsung santai namun substantif, Zulhas menanyakan perkembangan harga gabah di tingkat petani sebagai indikator penting dalam mengukur stabilitas sektor pertanian.

Sejumlah warga menyampaikan bahwa harga gabah saat ini berada di kisaran Rp7.000 per kilogram. Angka tersebut dinilai lebih baik dibandingkan periode sebelumnya yang berada pada kisaran Rp6.000 per kilogram.

Menanggapi hal tersebut, Zulhas menilai tren kenaikan harga tersebut merupakan sinyal positif bagi kesejahteraan petani.

“Dulu sekitar Rp6.000 di bawah. Sekarang sudah Rp7.000. Itu sudah lebih baik bagi petani,” ujarnya di hadapan warga.

Selain memantau harga gabah, Zulhas juga menanyakan kondisi ketersediaan pupuk di tingkat petani. Warga menyampaikan bahwa harga pupuk saat ini relatif lebih stabil dan cenderung menurun dibandingkan sebelumnya.

Menurutnya, ketersediaan pupuk yang tepat waktu menjadi faktor krusial dalam menjaga produktivitas sektor pertanian nasional.

Ia menegaskan bahwa distribusi pupuk yang lancar dapat berdampak langsung pada peningkatan hasil produksi pertanian.

“Kalau pupuk datang tepat waktu, produksi bisa meningkat sekitar delapan persen,” tuturnya.

Lebih lanjut, Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa kunjungan kerja tersebut merupakan bagian dari mandat langsung Presiden untuk memastikan seluruh program prioritas pemerintah di bidang pangan berjalan secara efektif di daerah.

Menurutnya, pemerintah saat ini tengah fokus pada beberapa agenda strategis, antara lain penyediaan pupuk bersubsidi dengan harga yang lebih terjangkau bagi petani, pengembangan kawasan kampung nelayan sebagai pusat ekonomi maritim, serta menjaga ketersediaan bahan pangan agar tetap cukup dengan harga yang stabil menjelang Ramadan hingga Idulfitri.

“Kami diperintahkan Presiden untuk memastikan program di bidang pangan benar-benar berjalan dengan baik. Pupuk harus tersedia dengan harga yang lebih terjangkau, kampung nelayan terus dikembangkan, dan ketersediaan pangan selama bulan puasa hingga Lebaran harus tetap cukup dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat,” jelasnya.

Sebagai bagian dari langkah konkret pemerintah dalam membantu masyarakat menghadapi kebutuhan menjelang hari raya, pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan kepada warga.

Bantuan tersebut berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng yang diberikan kepada masyarakat sebagai bentuk intervensi pemerintah dalam menjaga daya beli warga. Penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan pada bulan ini dan direncanakan kembali berlanjut pada bulan berikutnya.

Tidak hanya itu, pemerintah juga memberikan stimulus tambahan bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan selama periode mudik Lebaran. Melalui kebijakan tersebut, masyarakat dapat memperoleh potongan harga tiket transportasi sebesar 30 persen untuk layanan kereta api dan kapal milik PT Pelayaran Nasional Indonesia.

Selain program bantuan langsung, pemerintah juga menggencarkan pelaksanaan bazar pasar murah bersubsidi di berbagai daerah sebagai upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus membantu meningkatkan daya beli masyarakat.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Jepara, Witiarso Utomo, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap penguatan sektor pangan di daerahnya.

Menurutnya, kunjungan kerja Menko Bidang Pangan tersebut menjadi bentuk nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong pembangunan ekonomi daerah.

“Pemerintah Kabupaten Jepara sangat mengapresiasi kunjungan Menko Bidang Pangan. Kehadiran beliau memberikan semangat sekaligus dukungan bagi daerah untuk terus memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Witiarso Utomo.

Ia menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam memastikan berbagai program pembangunan, khususnya di sektor pangan dan infrastruktur pendukung, dapat berjalan secara berkelanjutan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Melalui kunjungan kerja tersebut, pemerintah berharap koordinasi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta masyarakat dapat semakin diperkuat guna memastikan stabilitas pasokan pangan

nasional tetap terjaga, terutama dalam menghadapi momentum peningkatan konsumsi masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri

Tutupnya,Mukti.tim.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update