Pernyataan tersebut disampaikan dalam suasana penuh kehangatan dan nuansa kekeluargaan sebagai cerminan kedekatan emosional antara unsur pimpinan daerah dengan masyarakat. Ramadan dipandang tidak sekadar sebagai kewajiban ritual keagamaan, melainkan juga sebagai ruang kontemplasi yang sarat nilai spiritual, kemanusiaan, serta penguatan solidaritas sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam keterangannya, Sumarni menegaskan bahwa bulan suci Ramadan merupakan momentum strategis untuk memperkuat kualitas keimanan sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Ramadan sebagai sarana peningkatan kepedulian sosial, penguatan nilai empati, serta memperbanyak amal kebajikan yang berdampak langsung bagi kehidupan sosial.
“Atas nama pribadi dan keluarga besar, kami mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah kepada seluruh masyarakat Grobogan. Semoga bulan suci ini menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan, memperbaiki kualitas diri, serta mempererat tali silaturahmi di tengah kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, dalam suasana menjelang Hari Raya Idulfitri, Sumarni juga menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh masyarakat. Tradisi tersebut dinilai sebagai bagian dari kearifan budaya bangsa yang telah mengakar kuat, sekaligus menjadi simbol rekonsiliasi sosial dan penguatan harmoni dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kami sekeluarga memohon maaf lahir dan batin. Semoga seluruh amal ibadah yang dijalankan selama bulan Ramadan diterima oleh Allah SWT serta membawa keberkahan dan kebaikan bagi kita semua,” tuturnya.
Momentum Ramadan dan Idulfitri, lanjutnya, diharapkan tidak hanya berhenti pada dimensi spiritual semata, tetapi juga mampu menjadi penggerak nilai-nilai kebersamaan, memperkuat persatuan, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan daerah.
Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai religius yang terus terjaga, Kabupaten Grobogan diharapkan mampu melangkah semakin progresif sebagai daerah yang tidak hanya berkembang secara ekonomi, tetapi juga kokoh dalam nilai sosial, religiusitas, serta menjunjung tinggi prinsip keadilan, kemakmuran, dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakatnya
Punkasnya,Mukti Aji.


.jpg)
