Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Komandan Kodim (Dandim) 0717/Grobogan Letkol Inf Wefri Sandiyanto. Sementara itu, jabatan Perwira Upacara diemban Pasipers Kodim 0717/Grobogan Kapten Kav Agus Wiratno, dan Komandan Upacara dipercayakan kepada Danramil 08/Tawangharjo Kapten Arh Haryono. Upacara diikuti oleh seluruh prajurit TNI dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) jajaran Kodim 0717/Grobogan dengan penuh disiplin dan semangat kebersamaan.
Kegiatan upacara bulanan tersebut tidak hanya menjadi simbol penghormatan terhadap nilai-nilai kebangsaan dan perjuangan para pahlawan, namun juga merupakan momentum strategis bagi pimpinan TNI untuk menyampaikan arahan dan kebijakan komando kepada seluruh prajurit di tingkat satuan teritorial.
Dalam kesempatan tersebut, Dandim 0717/Grobogan membacakan amanat Panglima Kodam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., yang menyoroti berbagai dinamika perkembangan geopolitik global yang tengah terjadi dan berpotensi memengaruhi stabilitas keamanan internasional.
Pangdam IV/Diponegoro dalam amanatnya menyinggung meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, khususnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Israel yang berhadapan dengan Iran. Situasi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan ketidakpastian global yang berdampak terhadap stabilitas ekonomi, politik, maupun keamanan dunia.
“Kondisi global yang dinamis menuntut setiap prajurit memiliki kepekaan informasi yang tajam serta kemampuan analisis yang baik. Jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak jelas sumbernya, termasuk berita hoaks maupun propaganda yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa,” tegas Pangdam dalam amanatnya yang dibacakan oleh Dandim.
Ia juga menekankan pentingnya meningkatkan kewaspadaan serta kesiapsiagaan prajurit dalam menghadapi berbagai kemungkinan dampak dari dinamika global, mengingat perubahan situasi internasional sekecil apa pun dapat berimplikasi terhadap tugas pertahanan negara yang diemban oleh Tentara Nasional Indonesia.
Selain menyoroti perkembangan geopolitik global, Pangdam IV/Diponegoro juga mengingatkan seluruh satuan jajaran Kodam IV/Diponegoro untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta saat ini berada pada puncak musim hujan dengan potensi terjadinya cuaca ekstrem.
Kondisi tersebut dinilai memerlukan kesiapan optimal dari seluruh personel TNI, baik dalam hal kesiapan personel, peralatan, maupun koordinasi lintas sektor guna mendukung tugas perbantuan kepada pemerintah daerah dalam penanggulangan bencana.
“Kesiapsiagaan personel dan materiil harus terus ditingkatkan untuk menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam. Prajurit TNI harus selalu siap melaksanakan tugas kemanusiaan, termasuk dalam kegiatan pencarian dan pertolongan (SAR), evakuasi korban, hingga penanganan pengungsi,” lanjut amanat tersebut.
Pangdam menegaskan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya sebagai kekuatan pertahanan negara, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam membantu rakyat menghadapi berbagai kesulitan, terutama dalam situasi darurat maupun bencana alam.
“Kodam IV/Diponegoro harus senantiasa hadir sebagai solusi nyata bagi kesulitan rakyat dalam situasi apa pun. Semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat harus terus dijaga dan diperkuat melalui tindakan nyata di lapangan,” tegasnya.
Pada bagian akhir amanat, Pangdam IV/Diponegoro juga memberikan penekanan khusus terkait disiplin dan tanggung jawab prajurit serta PNS TNI menjelang pelaksanaan cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Ia mengingatkan agar seluruh personel yang melaksanakan cuti tetap mengutamakan faktor keamanan, baik dalam perjalanan maupun saat meninggalkan rumah atau asrama. Setiap prajurit diminta memastikan kondisi tempat tinggal dalam keadaan aman, termasuk memastikan instalasi listrik dan air dalam kondisi padam guna menghindari potensi risiko kebakaran maupun kerusakan.
Selain itu, Pangdam juga menekankan pentingnya menjaga kehormatan institusi TNI selama berada di tengah masyarakat.
“Jaga nama baik dan kehormatan TNI Angkatan Darat selama melaksanakan cuti. Hindari sikap arogan maupun tindakan yang dapat merusak citra satuan. Prajurit harus menjadi teladan bagi masyarakat dalam bersikap dan berperilaku,” pesan Pangdam.
Upacara 17-an tersebut menjadi refleksi penting bagi seluruh prajurit dan PNS Kodim 0717/Grobogan untuk terus meningkatkan profesionalisme, disiplin, serta kesiapsiagaan dalam
menjalankan tugas pengabdian kepada negara sekaligus memperkuat komitmen kemanunggalan TNI dengan rakyat sebagai pilar utama pertahanan negara.Punkasnya,Shabar.aji




