Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Kudus saat memberikan keterangan resmi di Pendopo Kabupaten Kudus, Senin (30/3/2026). Dalam pandangannya, pelaksanaan operasi kemanusiaan yang menjadi agenda rutin tahunan Polri tersebut telah menunjukkan capaian optimal, baik dari aspek pengamanan lalu lintas, keselamatan pengguna jalan, hingga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026 berjalan dengan sangat baik. Kami merasakan secara langsung bagaimana masyarakat memperoleh rasa aman, nyaman, serta tertib selama arus mudik maupun arus balik, khususnya di wilayah Kabupaten Kudus,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil konkret dari kesiapsiagaan personel di lapangan yang didukung dengan manajemen rekayasa lalu lintas yang terukur, serta pendekatan humanis yang dikedepankan oleh jajaran kepolisian dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pendekatan ini dinilai mampu membangun kedekatan emosional sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
Dalam perspektif tata kelola pemerintahan daerah, sinergitas lintas sektoral antara Polri, pemerintah daerah, TNI, serta seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor determinan dalam menciptakan kondisi yang aman dan kondusif selama periode Lebaran. Kolaborasi yang terbangun tidak hanya bersifat teknis-operasional, melainkan juga strategis dalam menjaga stabilitas sosial dan memperkuat kohesi masyarakat.
“Ini merupakan wujud nyata komitmen Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Kami berharap kinerja positif ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan pada masa mendatang,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah, Artanto, menyampaikan bahwa apresiasi yang diberikan oleh pemerintah daerah menjadi energi moral sekaligus motivasi bagi seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik yang presisi dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.
Menurutnya, keberhasilan Operasi Ketupat Candi 2026 tidak terlepas dari kerja kolektif seluruh unsur yang terlibat, baik aparat keamanan, instansi pemerintah, maupun partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga ketertiban selama berlangsungnya arus mudik dan balik Lebaran.
“Keberhasilan ini merupakan buah dari sinergi dan kerja keras seluruh pihak. Kami akan terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik guna menjamin keamanan, keselamatan, serta ketertiban masyarakat, khususnya pada momentum-momentum strategis berskala nasional,” tegasnya.
Sebagai operasi kemanusiaan yang mengedepankan pendekatan pelayanan publik, Operasi Ketupat Candi 2026 difokuskan pada pengamanan mobilitas masyarakat, pengendalian arus lalu lintas, serta mitigasi potensi gangguan kamtibmas selama perayaan Hari Raya Idulfitri. Implementasi strategi yang adaptif dan responsif menjadi kunci dalam menjaga stabilitas wilayah di tengah tingginya dinamika pergerakan masyarakat.
Dengan capaian tersebut, diharapkan semangat kolaborasi dan persatuan lintas elemen bangsa dapat terus diperkuat sebagai fondasi dalam membangun keamanan nasional yang berkelanjutan, sekaligus memperkokoh komitmen bersama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Punkasnya,Aji.tim.



