Bangunan GOR yang berada di RT 02 RW 01 Desa Werdoyo tersebut dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah setelah diterjang angin kencang yang datang secara tiba-tiba pada siang hingga sore hari. Sejumlah bagian bangunan, terutama pada sektor atap dan rangka konstruksi, tampak porak-poranda dan berserakan di sekitar area lokasi kejadian.
Material bangunan yang terbawa hembusan angin bahkan dilaporkan terpental hingga menghantam bangunan pendidikan anak usia dini di sekitar lokasi, yakni TK dan PAUD desa setempat. Beruntung, pada saat kejadian kegiatan belajar mengajar telah selesai sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.
Menurut keterangan warga sekitar, perubahan kondisi cuaca terjadi secara mendadak. Langit yang semula cerah berubah menjadi mendung tebal disertai hembusan angin yang sangat kuat dalam waktu singkat.
“Anginnya sangat kencang dan datang tiba-tiba. Atap GOR sampai terangkat, kemudian rangkanya roboh dan beberapa bagian bangunan terlempar,” ujar salah seorang warga yang menyaksikan langsung peristiwa tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, bangunan GOR tersebut merupakan proyek pembangunan lanjutan yang dikerjakan menggunakan Dana Desa Tahun Anggaran 2025 dengan nilai sekitar Rp199.000.000. Fasilitas tersebut direncanakan menjadi sarana olahraga masyarakat sekaligus ruang kegiatan sosial warga Desa Werdoyo.
Menanggapi fenomena tersebut, pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika melalui kajian bidang geofisika meteorologi mengingatkan bahwa wilayah pesisir utara Jawa Tengah, termasuk Kabupaten Demak, sedang memasuki periode dinamika atmosfer yang cukup aktif. Kondisi ini berpotensi memicu munculnya angin kencang lokal yang disertai hujan lebat dalam durasi singkat.
Dalam kajian meteorologi, fenomena tersebut kerap dipicu oleh pertumbuhan awan konvektif tipe Cumulonimbus yang mampu menghasilkan hembusan angin kuat secara tiba-tiba. Pola ini sering muncul pada masa peralihan musim ketika perbedaan suhu udara dan tekanan atmosfer terjadi secara signifikan dalam waktu singkat.
Peristiwa di Desa Werdoyo juga menjadi perhatian masyarakat setempat karena bangunan GOR tersebut tergolong baru dan dibangun menggunakan anggaran Dana Desa tahun 2025. Sejumlah warga berharap adanya evaluasi teknis terhadap kualitas konstruksi bangunan agar ke depan lebih kuat menghadapi potensi cuaca ekstrem.Pasca kejadian, perangkat desa bersama warga langsung melakukan pengecekan kondisi bangunan sekaligus membersihkan puing-puing material yang berserakan. Pemerintah desa juga tengah melakukan pendataan kerusakan sebagai dasar penyusunan langkah perbaikan maupun penanganan lebih lanjut.
“Kami berharap bangunan ini bisa segera diperbaiki karena nantinya akan menjadi fasilitas penting bagi kegiatan olahraga dan aktivitas masyarakat desa,” ujar salah seorang warga.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi secara tiba-tiba. BMKG juga mengimbau pemerintah daerah serta masyarakat agar secara berkala memantau informasi prakiraan cuaca resmi guna meminimalkan risiko kerusakan maupun dampak keselamatan akibat fenomena angin kencang.
Punkasnya,Mukti.Aji.





