Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

TNI Kodim Grobogan Teguhkan Kepedulian Lingkungan melalui Gerakan “Resik Resik Desa Lan Kutha”: Sinergi Kesehatan Publik, Ketahanan Sosial, dan Spiritualitas Ekologis

Sabtu, 07 Februari 2026 | Februari 07, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-06T21:22:53Z

MNI|GROBOGAN — Komitmen Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam memperkuat pembangunan kesehatan lingkungan sekaligus menanamkan nilai-nilai sosial dan religius kembali diwujudkan melalui aksi nyata di tengah masyarakat. Puluhan personel Kodim 0717/Grobogan melaksanakan karya bakti pembersihan lingkungan dalam gerakan bertajuk “Resik Resik Desa Lan Kutha”, yang digelar serentak di berbagai titik strategis wilayah Kabupaten Grobogan, Jumat (6/2/2026).

Kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda kebersihan rutin, melainkan bagian integral dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Grobogan ke-300 sekaligus momentum reflektif dalam memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026. Dalam perspektif yang lebih luas, gerakan ini merepresentasikan pendekatan integratif antara dimensi kesehatan publik, solidaritas sosial, dan kesadaran spiritual, yang menempatkan kebersihan lingkungan sebagai fondasi peradaban yang berkelanjutan.

Sinergi TNI dan Pemerintah Daerah dalam Agenda Kesehatan Lingkungan

Salah satu lokasi utama yang menjadi sasaran karya bakti adalah kawasan Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Mekar Sari di Kelurahan Danyang, Kecamatan Purwodadi. Di lokasi tersebut, personel TNI bersama unsur pemerintah daerah dan masyarakat melakukan pembersihan sampah yang berserakan, penataan ulang area TPS3R yang semrawut, serta pengangkatan tumpukan sampah yang menutupi saluran irigasi.

Langkah ini dinilai strategis dalam mencegah potensi gangguan kesehatan masyarakat, seperti penyebaran penyakit berbasis lingkungan, risiko banjir akibat tersumbatnya saluran air, serta penurunan kualitas ruang hidup warga. Dengan demikian, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya preventif dalam membangun ekosistem lingkungan yang sehat dan aman bagi masyarakat.

Pasiops Kodim 0717/Grobogan, Kapten Inf Sawijan, menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam kegiatan tersebut merupakan manifestasi tanggung jawab moral dan institusional dalam menjaga kualitas lingkungan hidup.

Kehadiran personel Kodim 0717/Grobogan dalam kegiatan ini adalah bentuk kepedulian TNI terhadap kebersihan lingkungan. Lingkungan yang bersih bukan hanya menciptakan kenyamanan, tetapi juga menjadi prasyarat utama bagi terwujudnya masyarakat yang sehat, produktif, dan berdaya,” ujarnya.

Penguatan Gotong Royong sebagai Pilar Ketahanan Sosial

Selain di TPS3R Mekar Sari, personel Kodim 0717/Grobogan juga disebar ke berbagai titik strategis lainnya, antara lain kawasan Pasar Agro Purwodadi (Pasar Glendoh), Pasar Induk Purwodadi, Kali Bendo di Kelurahan Kuripan, serta sejumlah fasilitas umum di masing-masing kecamatan yang dikerjakan oleh personel Koramil setempat.

Distribusi personel ini mencerminkan pendekatan teritorial TNI yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi ruang aktualisasi nilai gotong royong sebagai karakter fundamental bangsa yang terus dirawat di tengah arus modernisasi dan individualisme sosial.

Kapten Sawijan menambahkan bahwa gerakan “Resik Resik Desa Lan Kutha” juga bertujuan memperkuat kohesi sosial lintas sektor.

“Kami ingin menumbuhkan kembali semangat kebersamaan dan gotong royong, mempererat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Kolaborasi ini penting untuk membangun kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan yang bersih dan sehat,” tegasnya.

Kebersihan sebagai Manifestasi Kesadaran Kesehatan dan Nilai Religius

Antusiasme personel TNI dan masyarakat tampak nyata dalam setiap aktivitas pembersihan. Mereka bahu-membahu membersihkan selokan, menyapu jalan, serta mengangkut sampah dengan penuh dedikasi. Partisipasi aktif ini menunjukkan bahwa kesadaran akan kebersihan lingkungan tidak lagi dipandang sebagai kewajiban individual semata, melainkan sebagai tanggung jawab sosial yang bersifat kolektif dan berkelanjutan.

Dalam perspektif kesehatan publik, kebersihan lingkungan merupakan determinan utama yang berpengaruh langsung terhadap kualitas hidup masyarakat. Lingkungan yang bersih dan tertata menjadi faktor penting dalam mencegah berbagai penyakit, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat ketahanan kesehatan komunitas.

Sementara dalam perspektif religius, kebersihan dimaknai sebagai refleksi keimanan dan kesadaran spiritual manusia dalam menjaga harmoni antara diri, sesama, dan alam. Nilai kebersihan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga moral dan spiritual, yang menuntun manusia pada sikap hidup yang bertanggung jawab terhadap lingkungan sebagai amanah Tuhan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh paradigma baru di tengah masyarakat bahwa menjaga kebersihan lingkungan bukan sekadar rutinitas teknis, tetapi juga bentuk ibadah sosial yang membawa keberkahan, memperkuat nilai-nilai moral, serta menumbuhkan kesadaran ekologis yang berkelanjutan.

Menuju Peradaban Lingkungan yang Sehat dan Bermartabat

Gerakan “Resik Resik Desa Lan Kutha” tidak hanya menjadi agenda seremonial dalam rangka peringatan hari jadi daerah, tetapi juga simbol transformasi kesadaran ekologis yang berkelanjutan. Lingkungan yang bersih dan tertata diyakini mampu menghadirkan ruang hidup yang sehat, memperkuat ketahanan sosial, serta membuka jalan menuju masa depan yang lebih cerah.

Dengan semangat kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, Kabupaten Grobogan diharapkan mampu meneguhkan diri sebagai wilayah yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga unggul dalam kesadaran kesehatan lingkungan dan nilai-nilai religius yang membentuk karakter masyarakatnya.

Pada akhirnya, kebersihan lingkungan bukan sekadar tujuan teknis, melainkan fondasi peradaban. Dari lingkungan yang bersih lahir masyarakat yang sehat; dari masyarakat yang sehat tumbuh

peradaban yang kuat; dan dari peradaban yang kuat terwujud masa depan yang bermartabat, penuh keberkahan, serta semakin mendekatkan manusia pada nilai-nilai kebaikan universal.

Punkasnya,Shabar.tris.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update