Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Tebar Berkah Ramadan, Polres Jepara Bagikan Ratusan Takjil untuk Santri Ponpes Mandiri Darul Qur'an

Jumat, 27 Februari 2026 | Februari 27, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-27T07:05:20Z

MNI|Jepara – Momentum suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi dimaknai secara substantif oleh jajaran Polres Jepara, Polda Jawa Tengah, melalui kegiatan sosial-keagamaan yang menyentuh langsung masyarakat. Dalam semangat berbagi dan memperkuat ukhuwah, kepolisian membagikan 300 paket takjil kepada para santri Ponpes Mandiri Darul Qur'an di Desa Suwawal, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, Kamis (26/2/2026) sore.

Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan tersebut dipimpin Kapolres Jepara yang diwakili oleh Kabag Log Kompol Suroyoto. Uniknya, ratusan takjil yang dibagikan diolah langsung melalui mobil dapur umum milik kepolisian sebagai bentuk kesiapan logistik sekaligus simbol pelayanan nyata Polri kepada masyarakat.

Ramadan sebagai Ruang Penguatan Empati Sosial

Dalam keterangannya, Kompol Suroyoto menegaskan bahwa Ramadan merupakan momentum strategis untuk memperkuat kepedulian sosial sekaligus mempererat hubungan emosional antara aparat kepolisian dan masyarakat, khususnya kalangan pesantren yang menjadi pusat pendidikan moral dan spiritual.

“Polri hadir di tengah masyarakat tidak hanya dalam fungsi penegakan hukum, tetapi juga melalui kegiatan sosial yang memberi manfaat langsung dan membangun kedekatan humanis,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan berbagi takjil ini bukan sekadar aksi karitatif, melainkan bagian dari pendekatan sosial-keagamaan yang selaras dengan semangat Polri Presisi—prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan—di bawah naungan Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Memperkuat Silaturahmi dengan Lingkungan Pesantren

Selain berbagi makanan berbuka puasa, kegiatan tersebut juga menjadi ruang silaturahmi antara jajaran kepolisian dan pengurus pondok pesantren. Interaksi yang terjalin secara langsung mencerminkan upaya membangun komunikasi dua arah yang konstruktif, sehingga tercipta rasa saling percaya dan saling mendukung dalam menjaga stabilitas sosial.

Kompol Suroyoto mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama bulan Ramadan, mengingat meningkatnya aktivitas ibadah dan mobilitas warga.

“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Sinergi antara aparat dan masyarakat menjadi kunci terciptanya situasi yang aman dan kondusif,” tegasnya.

Respons Positif dan Suasana Kekeluargaan

Para santri tampak antusias menerima takjil yang dibagikan. Suasana keakraban terlihat ketika jajaran kepolisian berinteraksi secara langsung dengan para santri, menanyakan kegiatan belajar, serta memberikan motivasi agar terus semangat menuntut ilmu.

Pengurus Ponpes Mandiri Darul Qur'an menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian yang ditunjukkan oleh jajaran Polres Jepara. Menurutnya, kehadiran aparat kepolisian dalam kegiatan sosial-keagamaan seperti ini memberikan energi positif dan memperkuat rasa kebersamaan.

Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, sehingga hubungan antara kepolisian dan pesantren semakin harmonis,” ungkap salah satu pengurus.

Membangun Ketahanan Sosial Berbasis Nilai Religius

Dalam perspektif kehumasan institusional yang religius dan sosial, kegiatan ini menegaskan bahwa keamanan tidak hanya dibangun melalui pendekatan struktural, tetapi juga melalui sentuhan kemanusiaan dan nilai-nilai spiritual. Ramadan menjadi ruang refleksi sekaligus aksi nyata bagi Polri untuk memperkuat kehadiran yang humanis di tengah masyarakat.

Dengan semangat berbagi dan kebersamaan, Polres Jepara menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat diwujudkan melalui langkah-langkah sederhana namun bermakna—menghadirkan kepedulian, menumbuhkan empati, serta mempererat ukhuwah dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Punkasnya,Eko,Mukti.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update