Korban diketahui bernama Jumali (50), warga Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Ia dilaporkan hilang setelah kapal nelayan yang digunakannya ditemukan dalam kondisi terdampar dan hancur di Pantai Watumandi, Desa Gudangharjo, Sabtu (28/2/2026).
Pencarian Sejak Pagi Hingga Sore Hari
Kapolsek Paranggupito AKP Sutrisyanto menjelaskan bahwa pencarian dimulai sejak pukul 08.00 WIB dan berlangsung hingga pukul 15.00 WIB. Sekitar 50 personel gabungan dikerahkan untuk menyisir sejumlah titik rawan di pesisir selatan, meliputi Pantai Watumandi, Pantai Kalimirah, Pantai Karangpayung, Pantai Waru, hingga Pantai Nampu.
Metode pencarian dilakukan melalui penyisiran darat di sepanjang bibir pantai dan tebing karang, serta pencarian laut menggunakan perahu nelayan dari wilayah Watukarung, Kabupaten Pacitan. Namun hingga Sabtu sore, korban belum berhasil ditemukan.
“Selain penyisiran darat, rekan-rekan nelayan turut membantu melakukan pencarian dari tengah laut. Kondisi ombak cukup tinggi dan arus kuat menjadi tantangan tersendiri di lapangan,” ujar AKP Sutrisyanto.
Ia menambahkan bahwa kapal korban yang semula masih terlihat utuh saat pertama kali ditemukan, kini telah hancur akibat terus-menerus dihantam gelombang laut selatan yang dikenal memiliki karakter ombak besar dan tidak menentu.
Koordinasi Lintas Sektor dan Pertimbangan Teknis
Kasihumas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, S.H., M.H., mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, S.H., S.I.K., M.P.M., menegaskan bahwa proses pencarian akan dilanjutkan pada Minggu (1/3/2026) dengan evaluasi taktis berdasarkan kondisi cuaca dan dinamika perairan.
“Kami memastikan seluruh rangkaian kegiatan pencarian berjalan aman, terkoordinasi, dan sesuai prosedur operasi SAR. Faktor cuaca, medan pantai yang terjal, serta keterbatasan sinyal komunikasi menjadi pertimbangan teknis dalam menentukan pola pencarian lanjutan,” ungkap AKP Anom.
Sinergi antara kepolisian, Basarnas, BPBD, relawan, dan masyarakat setempat mencerminkan komitmen kolektif dalam misi kemanusiaan, sekaligus implementasi tugas negara dalam memberikan perlindungan dan pertolongan kepada warga yang mengalami musibah.
Imbauan Kewaspadaan bagi Nelayan
Polres Wonogiri juga mengimbau masyarakat pesisir dan para nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca ekstrem, terutama di perairan selatan Jawa yang memiliki karakteristik gelombang tinggi dan arus kuat.
“Kami berharap cuaca membaik agar pencarian lanjutan dapat berjalan lebih optimal dan korban segera ditemukan. Keselamatan jiwa adalah prioritas utama dalam setiap operasi kemanusiaan,” tegas AKP Anom.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih bersiaga dan melakukan koordinasi intensif guna memaksimalkan pencarian. Aparat
kepolisian bersama Basarnas menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan upaya pencarian secara profesional, humanis, dan penuh empati terhadap keluarga korban.Punkasnya,Eko.Mukti.




