Kegiatan religius yang sarat nilai spiritual, tradisi keilmuan, dan kebudayaan pesantren tersebut dihadiri ratusan jamaah, santri, alumni, tokoh agama, serta unsur Forkopimda. Sekitar 750 peserta memadati aula Pondok Pesantren Miftahul Ulum untuk mengikuti rangkaian acara yang berlangsung khidmat, tertib, dan kondusif hingga dini hari.
Kehadiran aparat kepolisian dalam pengamanan kegiatan ini merefleksikan komitmen Polri dalam menjaga stabilitas keamanan, sekaligus memperkuat relasi harmonis antara negara dan komunitas keagamaan di tingkat akar rumput.
Pengamanan Terpadu: Representasi Kehadiran Negara di Ruang Keagamaan
Pengamanan kegiatan dilakukan secara terpadu oleh jajaran Polres Demak dan Polsek Wonosalam sebagai bagian dari tugas konstitusional Polri dalam menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya pada kegiatan keagamaan berskala besar.
Kapolsek Wonosalam AKP Rusmanto bertindak sebagai Kepala Pengamanan (Ka Pam), didukung Wakapolsek Wonosalam IPTU Rahmad Heri Ariawan selaku Perwira Pengendali Lapangan (Padal Pam), serta personel pengamanan sebanyak 18 personel. Koordinasi pengamanan juga melibatkan unsur pimpinan Polres Demak, dengan Kabag Ops AKP Wasito sebagai koordinator pengendalian pengamanan.
Pengamanan diawali dengan apel kesiapan pada pukul 19.00 WIB di halaman Pondok Pesantren Miftahul Ulum. Dalam apel tersebut, personel ditekankan untuk mengedepankan prinsip profesionalisme, humanisme, dan responsivitas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Polri hadir untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar, sehingga masyarakat dapat melaksanakan kegiatan keagamaan dengan rasa aman dan nyaman,” ujar Kapolsek Wonosalam AKP Rusmanto.
Tradisi Haul dan Khataman: Pilar Spiritualitas dan Keilmuan PesantrenRangkaian acara diawali dengan pentas khataman Al-Qur’an, dilanjutkan khataman Alfiyyah Ibnu Malik dan Uqudul Juman, pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh qari internasional Ustaz H. Muhammad Rokhani, dzikir dan tahlil, pemutaran video sejarah Kiai Tamyiz Kasnawi, hingga mauidhoh hasanah dan doa.
Acara ini dihadiri sejumlah tokoh agama dan masyarakat, di antaranya Wakil Ro’is Syuriyah PWNU Jawa Tengah Kiai H. Abdur Rosyid, perwakilan Kodim Demak, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Miftahul Ulum Nyai Halimah, Ketua MUI Kecamatan Wonosalam Ali Mahmudi, Dewan Pengasuh Ponpes Miftahul Ulum Kiai Uwaimir Ahmad Mukrom, serta para alim ulama, tokoh masyarakat, dan alumni pesantren.
Dalam sambutannya, Nyai Halimah menegaskan pentingnya menjaga kesinambungan nilai perjuangan pendiri pesantren.
“Para santri dan alumni diharapkan mampu melanjutkan perjuangan Kiai Tamyiz Kasnawi, sekaligus melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Kiai H. Abdur Rosyid menekankan peran strategis alumni pesantren dalam menjaga marwah lembaga pendidikan Islam dan membangun tradisi kebaikan yang berkelanjutan di tengah masyarakat.
Sinergi Polri dan Pesantren dalam Menjaga Stabilitas SosialKegiatan haul dan akhir sanah pesantren tidak hanya menjadi ruang spiritual, tetapi juga wahana penguatan kohesi sosial dan konsolidasi nilai-nilai kebangsaan. Dalam perspektif kehumasan Polri, kehadiran aparat kepolisian pada kegiatan keagamaan merupakan manifestasi pendekatan humanis dan partisipatif dalam menjaga stabilitas keamanan.
Polri memandang pesantren sebagai mitra strategis dalam membangun karakter bangsa, memperkuat moderasi beragama, serta menjaga harmoni sosial di tengah dinamika masyarakat yang semakin kompleks.Sejumlah jamaah menyampaikan apresiasi atas pengamanan yang dilakukan Polsek Wonosalam dan Polres Demak. Kehadiran aparat kepolisian dinilai memberikan rasa aman sekaligus mencerminkan kedekatan Polri dengan masyarakat.
Kegiatan Berjalan Aman, Tertib, dan Kondusif
Hingga akhir kegiatan, seluruh rangkaian acara berlangsung aman, tertib, dan lancar tanpa gangguan berarti. Polsek Wonosalam memastikan pengaturan lalu lintas, pengamanan lokasi, serta pengawasan situasi kamtibmas berjalan optimal.
Pengamanan kegiatan haul ke-51 Kiai Tamyiz Kasnawi ini menjadi cerminan komitmen Polri dalam menjaga keamanan ruang-ruang religius sekaligus memperkuat relasi harmonis antara aparat negara dan komunitas pesantren.
Melalui pendekatan yang profesional, humanis, dan religius, Polri terus berupaya menghadirkan rasa aman yang berkeadilan, serta meneguhkan peran sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.Punkasnya,Furi.tim.








