Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa”, TMMD Sengkuyung diposisikan sebagai instrumen pembangunan kolaboratif yang mengintegrasikan peran pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat dalam membangun infrastruktur dasar, memperkuat ketahanan sosial, serta meningkatkan kualitas hidup warga desa secara berkelanjutan.
TMMD sebagai Manifestasi Nilai Sosial dan Modal Pembangunan
Dalam sambutannya, Bupati Grobogan Setyo Hadi menegaskan bahwa TMMD tidak semata-mata merupakan program pembangunan fisik, tetapi juga representasi nilai sosial yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat Indonesia, yakni gotong royong, solidaritas, dan partisipasi publik.“Pada momentum ini, spirit kegotongroyongan dan kebersamaan kembali kita teguhkan dalam aksi nyata melalui TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun Anggaran 2026 di Desa Mangunrejo. Program ini tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga merawat kohesi sosial masyarakat,” ujar Bupati Setyo Hadi.
Menurutnya, TMMD telah menjadi bagian integral dari strategi pembangunan daerah dalam menjawab berbagai tantangan struktural, mulai dari keterbatasan infrastruktur, ketimpangan akses layanan publik, hingga penguatan kapasitas sosial masyarakat desa.
Akselerasi Pembangunan dan Penanganan Isu Strategis Daerah
Bupati Setyo Hadi menambahkan bahwa TMMD selama ini terbukti efektif sebagai instrumen akselerasi pembangunan desa melalui pendekatan terpadu yang mencakup kegiatan fisik dan nonfisik.
“Program TMMD memberikan kontribusi nyata dalam mempercepat pembangunan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dampaknya tidak hanya terlihat pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada penguatan kapasitas sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa TMMD sejalan dengan agenda pembangunan daerah, khususnya dalam upaya pengurangan kemiskinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat.
Perspektif TNI: Sinergi sebagai Pilar Pembangunan Desa
Sementara itu, Komandan Kodim 0717/Grobogan, Letkol Inf Wefri Sandiyanto, menegaskan bahwa TMMD Sengkuyung merupakan program akselerasi pembangunan yang berbasis sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.
“TMMD Sengkuyung adalah wujud nyata kolaborasi dan komitmen TNI AD bersama pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan, baik melalui kegiatan fisik maupun nonfisik,” ungkapnya.
Menurut Dandim, keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari capaian pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari terbangunnya kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga hasil pembangunan dan memperkuat solidaritas sosial.
Sasaran Fisik dan Nonfisik yang Terintegrasi
Dalam pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun 2026 di Desa Mangunrejo, sejumlah sasaran pembangunan fisik ditetapkan sebagai prioritas, meliputi:
Pengecoran jalan sepanjang ±600 meter
Rehabilitasi mushola sebanyak 1 unit
Rehabilitasi pos kamling sebanyak 1 unit
Program jambanisasi sebanyak 5 unit
Selain itu, TMMD juga menghadirkan kegiatan nonfisik yang bersifat edukatif dan pemberdayaan masyarakat, antara lain:
Penyuluhan administrasi kependudukan
Penguatan wawasan kebangsaan
Edukasi bahaya narkoba dan penguatan kamtibmas
Penyuluhan kesehatan masyarakat
Pembinaan keagamaan
Integrasi antara pembangunan fisik dan nonfisik tersebut dirancang untuk menciptakan dampak pembangunan yang holistik, tidak hanya meningkatkan kualitas infrastruktur, tetapi juga memperkuat kapasitas sosial dan kesadaran warga.
TMMD dalam Perspektif Kebijakan Publik dan Pembangunan Nasional
Dalam perspektif kebijakan publik, TMMD Sengkuyung merepresentasikan model pembangunan kolaboratif yang mengintegrasikan peran negara, aparat pertahanan, pemerintah daerah, dan masyarakat. Program ini menjadi instrumen strategis dalam menjembatani kesenjangan pembangunan antara wilayah perkotaan dan pedesaan, sekaligus memperkuat konektivitas wilayah.
Keberadaan TMMD juga sejalan dengan agenda nasional pembangunan desa, penguatan ekonomi kerakyatan, serta peningkatan ketahanan wilayah sebagai bagian dari sistem pertahanan semesta.
Komitmen Institusional Pemerintah Daerah dan TNIPemerintah Kabupaten Grobogan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendorong pembangunan desa yang inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan. Kolaborasi dengan TNI melalui TMMD dipandang sebagai bentuk nyata integrasi antara fungsi pertahanan negara dan pembangunan kesejahteraan rakyat.
Dengan dilaksanakannya TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun 2026 di Desa Mangunrejo, diharapkan terbangun fondasi pembangunan desa yang lebih kuat, berdaya saing, dan adaptif terhadap dinamika sosial-ekonomi.
Penutup: Membangun Desa sebagai Pilar Pembangunan Nasional
Pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun 2026 di Kabupaten Grobogan tidak hanya menjadi agenda rutin pembangunan, tetapi juga simbol konsolidasi antara negara dan masyarakat dalam membangun Indonesia dari akar rumput. Melalui sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat, pembangunan desa tidak lagi sekadar program, melainkan gerakan kolektif menuju kesejahteraan dan kemandirian.
Dengan demikian, TMMD Sengkuyung hadir sebagai manifestasi nyata dari semangat membangun negeri dari desa, sekaligus memperkuat kohesi sosial dan ketahanan nasional dalam menghadapi tantangan pembangunan di masa depan.
PunkasnyaShabar.tris.



.jpg)

