MNI|Semarang — Kepedulian negara terhadap masyarakat terdampak bencana kembali diwujudkan melalui aksi nyata di bidang kesehatan. Tim Sidokkes Polrestabes Semarang menggelar Bakti Kesehatan Polri bagi warga pengungsian Kampung Sekip, Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang, Jumat (20/2/2026), mulai pukul 09.00 WIB.
Kegiatan kemanusiaan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung pemulihan sosial pascabencana, sejalan dengan semangat pelayanan publik yang humanis dan berorientasi pada perlindungan kelompok rentan. Bakti kesehatan tersebut menyasar warga pengungsi yang masih berada di lokasi terdampak, dengan fokus pada pemeriksaan kesehatan dasar dan pemberian obat-obatan.
Hadir langsung dalam kegiatan ini Kapolsek Tembalang Kristiyastuti Handayani, S.H., M.H., bersama Ps. Kasidokkes Polrestabes Semarang Iptu Aan Dwi Cahyono, A.Md.Kep., S.H., Kasubsi Kespol Iptu Dr. Dian Laksamana Hati, M.Biomed., serta Kasubsi Dokpol Penata Teguh Imantoko, A.Md.Kep. Turut mendampingi pula Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Jangli sebagai bentuk sinergi lintas sektor di tingkat kewilayahan.
Dalam pelaksanaannya, tim medis Polri memberikan layanan pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan kesehatan umum, serta pendistribusian vitamin dan obat-obatan sesuai keluhan medis warga. Tercatat sebanyak 19 warga pengungsi menerima pelayanan kesehatan secara gratis dalam kegiatan tersebut.
Kapolsek Tembalang Kompol Kristiyastuti Handayani menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat terdampak bencana tidak terbatas pada fungsi keamanan semata, melainkan juga menyentuh aspek kemanusiaan dan kesejahteraan sosial.
“Kami hadir tidak hanya untuk menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memastikan masyarakat yang terdampak bencana memperoleh perhatian serta pelayanan kesehatan yang layak. Ini adalah bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial Polri kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan bakti kesehatan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban warga pengungsi sekaligus menjadi bagian dari proses pemulihan fisik dan psikologis pascabencana. Kehadiran aparat negara secara langsung di lokasi pengungsian dinilai mampu memberikan rasa aman dan meningkatkan kepercayaan publik.
Sementara itu, warga pengungsi menyambut positif kegiatan tersebut. Mereka mengaku sangat terbantu dengan adanya layanan kesehatan gratis di tengah keterbatasan akses layanan medis selama masa pemulihan. Pemeriksaan kesehatan rutin dan pemberian obat-obatan dinilai penting untuk menjaga kondisi tubuh tetap prima, khususnya bagi kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak.Kegiatan bakti kesehatan ini berlangsung tertib, lancar, dan penuh suasana kebersamaan. Aksi kemanusiaan yang dilakukan Polri tersebut sekaligus menegaskan peran institusi kepolisian sebagai pelindung,
pengayom, dan pelayan masyarakat, yang hadir secara nyata dalam situasi darurat maupun masa pemulihan sosial.Punkadnya,Mukti.Aji.


.jpg)

.jpg)
