Di Kabupaten Grobogan, program tersebut mendapat dukungan nyata dari aparat kewilayahan. Anggota Koramil 11/Gabus Kodim 0717/Grobogan, Serka Miftahudin, bersama Bhabinkamtibmas Desa Tlogotirto, Aipda Aris Meiyanto, melaksanakan pendampingan penyaluran MBG kepada siswa-siswi mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas di Desa Tlogotirto, Kecamatan Gabus, pada Senin (2/2/2026).
Pendampingan ini tidak hanya menjadi bagian dari tugas pengamanan, tetapi juga merepresentasikan peran aktif TNI dan Polri dalam mengawal implementasi kebijakan publik agar berjalan efektif, tertib, dan tepat sasaran. Kehadiran aparat kewilayahan di tengah masyarakat menunjukkan sinergi negara dalam memastikan setiap program sosial memberikan manfaat nyata bagi kelompok sasaran.
Serka Miftahudin menegaskan bahwa program MBG memiliki dimensi strategis dalam mendukung tumbuh kembang anak-anak sekaligus memperkuat fondasi kesehatan generasi muda. Menurutnya, keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari kelancaran distribusi makanan, tetapi juga dari kualitas gizi yang diterima peserta didik.
“Program Makan Bergizi Gratis memiliki nilai strategis dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Kami memastikan distribusi berjalan lancar, aman, dan sesuai ketentuan, sekaligus memantau kualitas makanan agar setiap siswa memperoleh asupan gizi yang layak,” ujar Serka Miftahudin.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pendampingan Babinsa juga diarahkan pada aspek edukatif, yakni menumbuhkan kesadaran siswa mengenai pentingnya pola makan sehat dan seimbang. Menurutnya, literasi gizi sejak dini merupakan faktor kunci dalam membentuk karakter, daya pikir, serta kapasitas intelektual generasi muda.
“Program ini bukan sekadar pembagian makanan, tetapi investasi jangka panjang bagi masa depan anak-anak dan bangsa. Kesadaran gizi yang ditanamkan sejak dini akan berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan dan daya saing generasi penerus,” tambahnya.
Sejalan dengan itu, kehadiran Bhabinkamtibmas dalam kegiatan MBG turut memperkuat sinergi lintas sektor antara TNI, Polri, pemerintah desa, pihak sekolah, dan masyarakat. Kolaborasi ini mencerminkan pendekatan pembangunan sosial yang inklusif, partisipatif, dan berorientasi pada keberlanjutan.
Pihak sekolah di Desa Tlogotirto menyambut positif pelaksanaan program MBG. Para tenaga pendidik menilai program tersebut tidak hanya meningkatkan semangat belajar siswa, tetapi juga membantu orang tua dalam memenuhi kebutuhan gizi anak-anak di tengah dinamika sosial dan ekonomi masyarakat. Dampak sosial program ini dirasakan secara langsung, baik pada aspek kesehatan maupun motivasi belajar peserta didik.
Secara lebih luas, pendampingan Babinsa dalam program MBG menunjukkan peran strategis aparat teritorial sebagai garda terdepan dalam mendukung agenda pembangunan nasional di tingkat akar rumput. Kehadiran Babinsa tidak hanya memperkuat stabilitas keamanan wilayah, tetapi juga menjadi jembatan antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan riil masyarakat.
Dengan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis yang berkelanjutan, diharapkan tercipta ekosistem pendidikan yang lebih sehat, produktif, dan berdaya saing. Program ini sekaligus menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun generasi emas Indonesia yang unggul secara fisik, intelektual, dan karakter.
Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, institusi pendidikan, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program sosial yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup generasi penerus bangsa. Dari Grobogan, upaya membangun generasi sehat hari ini menjadi pijakan penting bagi masa depan Indonesia yang lebih kuat, mandiri, dan berdaya saing di tingkat global.
Punkasnya,Shabar.tris.


.jpg)


