Sejak pukul 07.00 WIB, aparat dari Polres Karanganyar bersama relawan BPBD Kabupaten Karanganyar dan warga Desa Kedawung bergotong royong membersihkan material tanah dan bebatuan yang menimbun badan jalan akibat pergerakan tanah pada lereng perbukitan di wilayah tersebut.
Kegiatan kerja bakti dipimpin langsung oleh Kapolsek Jumapolo AKP Sulaiman, dengan dukungan personel Sat Samapta Polres Karanganyar. Fokus penanganan berada pada dua titik krusial, yakni jalan penghubung Dusun Ngelo–Dusun Babatan serta area permukiman warga di Dusun Ngelo yang terdampak paling signifikan.
Pembersihan dilakukan secara manual menggunakan peralatan sederhana, mengingat kondisi kontur medan yang cukup curam dan belum memungkinkan penggunaan alat berat. Meski membutuhkan waktu relatif panjang, upaya kolektif tersebut berhasil membuka kembali akses jalan sehingga dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat secara terbatas.
Kapolsek Jumapolo AKP Sulaiman menjelaskan bahwa pembukaan akses jalan menjadi prioritas utama karena jalur tersebut merupakan urat nadi mobilitas warga antar-dusun.“Alhamdulillah, berkat kerja sama semua pihak, akses jalan sudah kembali terbuka. Namun kami tetap mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat melintas, mengingat kondisi tanah masih labil,” ujarnya.
Selain pembersihan material longsor, aparat kepolisian juga melakukan koordinasi lintas sektor dengan PLN Karanganyar terkait pemulihan jaringan listrik yang sempat terganggu di wilayah terdampak. Sebagai langkah mitigasi, petugas memasang rambu-rambu peringatan di titik-titik rawan serta mengedukasi warga untuk menghindari area lereng saat hujan dengan intensitas tinggi.
Dari perspektif kebencanaan, peristiwa longsor ini tidak terlepas dari faktor geometeorologi, terutama tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir yang menyebabkan kejenuhan tanah dan melemahkan struktur lereng. BPBD Karanganyar terus berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau perkembangan cuaca serta potensi longsor susulan berdasarkan analisis hidrometeorologi dan kondisi geofisika wilayah.
BPBD mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar lereng perbukitan untuk meningkatkan kesiapsiagaan, khususnya pada musim penghujan, serta segera melaporkan apabila muncul tanda-tanda awal pergerakan tanah seperti retakan, rembesan air, atau pohon yang mulai miring.
Seluruh rangkaian kegiatan penanganan berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Hingga pukul 14.00 WIB, proses pembersihan dinyatakan selesai dan aktivitas warga mulai kembali normal, dengan catatan tetap mengedepankan kewaspadaan sebagai bagian dari budaya sadar bencana. Sinergi antara aparat, BPBD, dan masyarakat ini menjadi cerminan nyata penguatan ketangguhan daerah dalam menghadapi ancaman bencana alam.Punkasnya,Eko,wakid.tim.





