Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Sekda Jawa Tengah Hadiri Tingalan Jumenengan Dalem ke-4 KGPAA Mangkunegara X, Teguhkan Peran Pura Mangkunegaran sebagai Penjaga Budaya Nusantara

Rabu, 28 Januari 2026 | Januari 28, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-27T22:17:50Z

MNI|Surakarta — Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menghadiri Tingalan Jumenengan Dalem, peringatan kenaikan takhta ke-4 Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara X, yang diselenggarakan secara khidmat dan penuh makna di Pura Mangkunegaran, Kota Surakarta, Selasa (27/1/2026). Kegiatan adat yang sarat nilai historis dan filosofis tersebut turut dihadiri Wakil Presiden Republik Indonesia,

Gibran Rakabuming Raka, bersama jajaran pejabat pemerintahan, tokoh nasional, tokoh adat, serta tamu kehormatan dari berbagai daerah.

Prosesi Tingalan Jumenengan Dalem merupakan agenda sakral dalam tradisi Pura Mangkunegaran yang menandai peringatan resmi naiknya penguasa Mangkunegaran ke atas takhta. Pada peringatan tahun keempat kepemimpinan KGPAA Mangkunegara X, rangkaian acara dilaksanakan dengan tata upacara adat Jawa yang adiluhung, mencerminkan kesinambungan nilai-nilai budaya, spiritualitas, serta kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi.

Sekda Provinsi Jawa Tengah Sumarno dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi yang tinggi atas konsistensi Pura Mangkunegaran dalam menjaga dan melestarikan tradisi budaya Jawa sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas bangsa. Menurutnya, keberadaan keraton dan kadipaten di Jawa Tengah, termasuk Pura Mangkunegaran, memiliki peran strategis tidak hanya sebagai pusat kebudayaan, tetapi juga sebagai pilar penguatan karakter bangsa di tengah arus modernisasi dan globalisasi.

“Pura Mangkunegaran merupakan aset budaya nasional yang memiliki nilai sejarah, filosofi, dan estetika yang sangat tinggi. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap Pura Mangkunegaran dapat terus mempertahankan nilai-nilai luhur budaya sekaligus mengembangkan perannya sebagai destinasi wisata budaya yang edukatif, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Sumarno di sela-sela acara.

Ia menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah dan institusi budaya seperti Pura Mangkunegaran menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya Nusantara. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal yang tidak hanya berorientasi pada ekonomi, tetapi juga pada pelestarian nilai, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Kehadiran Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dalam Tingalan Jumenengan Dalem tersebut dinilai sebagai simbol kuat dukungan pemerintah pusat terhadap pelestarian budaya dan tradisi Nusantara. Partisipasi Wapres juga merepresentasikan komitmen negara dalam merawat warisan leluhur sebagai fondasi penting pembangunan nasional yang berakar pada sejarah, nilai kebangsaan, dan persatuan dalam keberagaman.

Rangkaian acara Tingalan Jumenengan Dalem ke-4 KGPAA Mangkunegara X diikuti oleh ribuan abdi dalem, kerabat Pura Mangkunegaran, budayawan, serta tamu undangan dari berbagai lapisan masyarakat. Prosesi berlangsung tertib dan penuh kekhidmatan, menampilkan simbol-simbol adat yang sarat makna filosofis, mulai dari busana tradisional, tata laku upacara, hingga alunan karawitan yang menambah suasana sakral dan berwibawa.

Salah seorang tamu undangan menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya dapat mengikuti langsung rangkaian prosesi adat tersebut. Ia menilai Tingalan Jumenengan Dalem tidak hanya sebagai peristiwa budaya, tetapi juga sebagai simbol kuat persatuan bangsa.

“Kami sebagai tamu undangan sangat bersyukur dapat menyaksikan dan mendengarkan paparan dari para adipati dalem serta Bapak Wakil Presiden. Keteladanan beliau yang senantiasa menjunjung tinggi nilai hormat kepada orang tua, para sesepuh, dan leluhur kraton menjadi pesan moral yang sangat mendalam. Acara Jumenengan ini adalah simbol keutuhan adat Jawa sekaligus gambaran bersatunya pemerintahan yang kuat dalam satu wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang beragam, indah, dan bersatu,” ungkapnya.

Melalui peringatan Tingalan Jumenengan Dalem ini, Pura Mangkunegaran kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat peradaban budaya Jawa yang tetap relevan di tengah dinamika zaman.

Kepemimpinan KGPAA Mangkunegara X diharapkan mampu terus menjaga keseimbangan antara pelestarian tradisi dan keterbukaan terhadap perkembangan modern, sehingga warisan budaya Mangkunegaran senantiasa hidup, bermakna, dan memberikan kontribusi nyata bagi penguatan jati diri bangsa Indonesia.

Punkasnya,Mugi.tim.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update