MNI|Demak — Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Demak, Drs. KH. Ahmad Ghozali, menegaskan dukungan penuh agar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tetap berada langsung di bawah Presiden Republik Indonesia. Menurutnya, konfigurasi kelembagaan tersebut telah terbukti memberikan manfaat nyata bagi bangsa dan negara, khususnya dalam menjaga stabilitas keamanan, ketertiban sosial, dan penegakan hukum di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pernyataan tersebut disampaikan Ahmad Ghozali dalam keterangannya pada Jumat (30/1/2026). Ia menilai, keberadaan Polri di bawah Presiden merupakan tatanan yang ideal dalam sistem ketatanegaraan Indonesia, karena mampu memperkuat koordinasi lintas sektor serta memastikan kebijakan keamanan nasional berjalan secara efektif, terarah, dan selaras dengan kepentingan rakyat.
“Dengan segala kerendahan hati, keikhlasan, dan penuh tawakal kepada Allah SWT, kami menyatakan dukungan sepenuhnya agar Polri tetap berada di bawah Presiden dan bukan di bawah institusi lain,” ujar Ahmad Ghozali.
Polri sebagai Pilar Stabilitas Nasional
Menurut Ahmad Ghozali, selama ini Polri telah memainkan peran strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus menjadi garda terdepan dalam penegakan hukum yang berkeadilan. Posisi Polri yang berada langsung di bawah Presiden dinilai mampu memperkuat respons negara terhadap berbagai dinamika sosial, politik, dan keamanan yang berkembang di tengah masyarakat.
Ia menambahkan, konfigurasi kelembagaan tersebut juga memberikan ruang yang lebih luas bagi Polri untuk menjalankan tugas secara profesional, modern, dan terpercaya, sejalan dengan semangat reformasi birokrasi dan transformasi institusi yang terus dilakukan oleh Polri.
Perspektif Keagamaan dan Kemaslahatan Umat
Dalam perspektif keagamaan, Ahmad Ghozali menekankan bahwa keberadaan institusi negara yang kuat, profesional, dan berintegritas merupakan bagian dari ikhtiar mewujudkan kemaslahatan umat. Menurutnya, keamanan dan ketertiban yang terjaga merupakan prasyarat utama bagi terciptanya kehidupan sosial yang harmonis, pembangunan yang berkelanjutan, serta terlindunginya nilai-nilai keadilan.
“Keamanan adalah fondasi bagi terciptanya kehidupan masyarakat yang damai dan sejahtera. Dalam Islam, menjaga ketertiban dan keadilan merupakan bagian dari amanah yang harus ditunaikan,” ungkapnya.
Doa dan Harapan bagi Institusi Polri
Selain menyampaikan dukungan, Ketua MUI Demak juga memanjatkan doa agar institusi Polri senantiasa mendapatkan perlindungan, bimbingan, dan rida Allah SWT dalam menjalankan tugas pengabdian kepada negara dan masyarakat.
“Mari kita bersama-sama mendoakan agar Kepolisian Republik Indonesia senantiasa berada dalam lindungan, bimbingan, dan rida Allah SWT dalam membersamai Presiden dan seluruh elemen bangsa untuk menjaga keutuhan NKRI menuju masyarakat yang maju, modern, dan diridai Allah SWT,” tuturnya.
Sinergi Ulama dan Aparat Negara
Ahmad Ghozali juga menekankan pentingnya sinergi antara ulama dan aparat negara dalam menjaga stabilitas sosial dan moral bangsa. Menurutnya, kolaborasi antara institusi keagamaan dan aparat penegak hukum merupakan pilar penting dalam membangun masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai spiritual, hukum, dan kebangsaan.
Ia berharap, Polri terus memperkuat pendekatan humanis, persuasif, dan religius dalam menjalankan tugasnya, sehingga kehadiran Polri tidak hanya dirasakan sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam mewujudkan kehidupan sosial yang aman, tertib, dan bermartabat.
Punkasnya,Munthohar.Mulyo.



