Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Tiga Rumah di Kedungtuban Dilalap Si Jago Merah, Diduga Berawal dari Kelalaian Saat Memasak; Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Selasa, 09 Juni 2026 | Juni 09, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-08T19:14:33Z


MNI|BLORA – Musibah kebakaran kembali mengingatkan masyarakat akan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya api di lingkungan rumah tangga. Tiga unit rumah di Dukuh Wadung RT 05 RW 05, Desa Kedungtuban, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, dilaporkan terbakar pada Senin dini hari (8/6/2026) sekitar pukul 02.00 WIB. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, meskipun kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Peristiwa yang mengundang perhatian warga setempat itu diduga berawal dari kelalaian saat memasak nasi menggunakan kompor gas. Api yang muncul dari salah satu rumah kemudian dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan lain yang berada berdekatan, mengingat sebagian besar konstruksi rumah menggunakan material kayu jati yang mudah terbakar.

Kasihumas Polres Blora, AKP Midiyono, menjelaskan bahwa kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang saksi bernama Aziz Nurwidyatama yang sekitar pukul 01.50 WIB mendengar suara mencurigakan dari arah dapur rumah milik Satiran (60).

“Berdasarkan keterangan yang diperoleh petugas di lapangan, istri korban bernama Asmuah mengaku tertidur saat sedang memasak nasi menggunakan kompor gas. Diduga api berasal dari aktivitas memasak tersebut dan kemudian membesar hingga menyambar dua rumah lainnya,” jelas AKP Midiyono.


Rumah milik Satiran menjadi bangunan yang mengalami kerusakan paling parah. Bangunan berukuran 7 x 12 meter dan 4 x 12 meter tersebut tidak hanya difungsikan sebagai tempat tinggal, tetapi juga digunakan sebagai warung pecel serta bengkel motor. Seluruh bagian rumah dilaporkan hangus terbakar.

Kobaran api kemudian merembet ke rumah milik Yuliana yang berukuran 9 x 10 meter. Saat kejadian, rumah tersebut dalam kondisi kosong sehingga tidak menimbulkan korban. Namun bangunan beserta sebagian besar isinya tidak dapat diselamatkan dari amukan si jago merah.

Sementara itu, rumah milik Sudirman mengalami kerusakan lebih ringan. Api hanya membakar sebagian dinding dapur dan kamar sebelum berhasil dikendalikan oleh petugas pemadam kebakaran yang datang ke lokasi.

Merespons laporan warga, jajaran Polsek Kedungtuban bersama unsur lintas sektor bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Personel yang terlibat terdiri dari Kanit Reskrim, Bhabinkamtibmas, Babinsa, anggota Koramil Kedungtuban, Satpol PP, BPBD, serta tim pemadam kebakaran dari Cepu dan Randublatung.

Sebanyak empat unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan untuk menjinakkan kobaran api yang terus membesar akibat material bangunan yang mudah terbakar. Setelah melakukan upaya pemadaman selama beberapa jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 04.00 WIB.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka, musibah tersebut menyisakan duka mendalam bagi para korban. Total kerugian material diperkirakan mencapai Rp275 juta. Untuk sementara waktu, keluarga Satiran harus mengungsi dan tinggal di rumah tetangga mereka, Ngatemi, sembari menunggu proses pemulihan pasca kebakaran.

Kapolsek Kedungtuban PS IPTU Hadi Setyo P., S.H., mengimbau masyarakat agar menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran penting untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran rumah tangga.

“Jangan pernah meninggalkan kompor dalam keadaan menyala, terutama ketika kondisi tubuh lelah atau mengantuk. Pastikan api benar-benar padam dan regulator maupun tabung LPG telah tertutup rapat sebelum beristirahat. Keselamatan keluarga harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Imbauan tersebut dinilai sangat relevan mengingat sebagian besar kasus kebakaran pemukiman masih didominasi oleh faktor kelalaian manusia. Kesadaran terhadap aspek keselamatan rumah tangga menjadi kunci utama dalam mencegah terulangnya kejadian serupa.

Polsek Kedungtuban telah membuat laporan resmi dengan Nomor LP/Gangguan/08/VI/2026/SPKT/Sek Kdtbn/Res Blora/Jateng tertanggal 8 Juni 2026. Hingga saat ini, proses penyelidikan masih terus dilakukan guna memastikan penyebab pasti kebakaran.

Di tengah musibah yang menimpa warga, solidaritas sosial masyarakat Kedungtuban tampak begitu kuat. Warga sekitar secara spontan membantu proses evakuasi barang-barang yang masih dapat diselamatkan serta memberikan dukungan kepada keluarga korban. Semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat pedesaan kembali menunjukkan perannya sebagai kekuatan sosial yang mampu meringankan beban sesama.

AKP Midiyono juga menyampaikan rasa prihatin atas musibah tersebut dan mengajak masyarakat untuk terus menjaga kepedulian sosial terhadap warga yang terdampak.

“Kami turut prihatin atas kejadian ini. Semoga keluarga yang menjadi korban diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk saling membantu dan bergotong royong meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak,” ujarnya.

Peristiwa kebakaran di Kedungtuban ini menjadi pengingat bahwa bahaya dapat datang dari hal-hal yang tampak sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Kewaspadaan, kedisiplinan, serta kepedulian terhadap keselamatan rumah tangga merupakan langkah penting untuk melindungi keluarga dan lingkungan dari risiko kebakaran yang dapat terjadi kapan saja.


Polres Blora Hebat, Hadir Berbuat dan Bermanfaat untuk Masyarakat.

Punkasnya,Midi.aji.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update