MNI|LUMAJANG – Duka mendalam menyelimuti warga Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Seorang pedagang sayur keliling atau yang dikenal masyarakat sebagai mlijo, dilaporkan meninggal dunia setelah menjadi korban kecelakaan lalu lintas yang diduga merupakan kasus tabrak lari. Korban diketahui bernama Husnul (43), seorang ibu rumah tangga yang sehari-hari berjuang membantu perekonomian keluarga dengan berjualan sayur keliling.
Peristiwa tragis tersebut terjadi di Jalan Raya Desa Tunjung, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, pada Sabtu (6/6/2026) sekitar pukul 03.55 WIB, saat sebagian besar masyarakat masih terlelap. Waktu yang seharusnya menjadi awal perjuangan mencari nafkah bagi korban justru berubah menjadi akhir perjalanan hidupnya.
Berdasarkan informasi yang beredar dan keterangan awal dari aparat kepolisian, korban saat itu tengah menjalankan aktivitas rutinnya sebagai pedagang sayur keliling. Namun nahas, sebuah minibus jenis Elf diduga melaju dengan kecepatan tinggi dan menabrak korban hingga terseret beberapa meter dari titik benturan.
Kerasnya benturan membuat korban mengalami luka berat yang berakibat fatal. Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera memberikan pertolongan dan melaporkannya kepada pihak berwenang. Namun nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
Yang semakin memantik perhatian publik adalah dugaan bahwa kendaraan yang terlibat tidak berhenti untuk memberikan pertolongan sebagaimana diatur dalam ketentuan hukum lalu lintas. Pengemudi kendaraan diduga langsung meninggalkan lokasi kejadian setelah insiden berlangsung.
Peristiwa ini memicu gelombang keprihatinan dan kemarahan masyarakat. Banyak pihak menilai tindakan meninggalkan korban dalam kondisi kritis merupakan bentuk pengabaian terhadap nilai kemanusiaan yang tidak dapat dibenarkan.
Rekaman kamera pengawas (CCTV) yang berada di sekitar lokasi kejadian kini menjadi salah satu alat bukti penting dalam proses penyelidikan. Video tersebut telah beredar luas di berbagai platform media sosial dan memperlihatkan detik-detik pascakejadian yang kemudian menjadi bahan analisis petugas untuk mengidentifikasi kendaraan maupun pengemudi yang diduga terlibat.
Pihak kepolisian bergerak cepat dengan melakukan pengumpulan keterangan saksi, pendalaman rekaman CCTV, serta penelusuran jejak kendaraan yang melintas pada waktu kejadian. Aparat juga tengah berupaya mengungkap identitas pengemudi dan memastikan status hukum peristiwa tersebut.
Secara hukum, apabila terbukti terjadi tabrak lari, pelaku dapat dijerat dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, termasuk pasal yang mengatur kewajiban pengemudi untuk menghentikan kendaraan, memberikan pertolongan kepada korban, dan melaporkan kecelakaan kepada pihak berwenang. Pelanggaran terhadap kewajiban tersebut dapat berimplikasi pidana yang serius.
Kasus ini kembali menjadi pengingat keras mengenai pentingnya tanggung jawab pengemudi di jalan raya. Keselamatan berlalu lintas bukan hanya soal kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga menyangkut nilai kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama pengguna jalan.
Di mata warga sekitar, Husnul dikenal sebagai sosok pekerja keras yang setiap hari berkeliling menjajakan sayuran demi membantu kebutuhan keluarga. Kepergiannya secara tragis meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, dan masyarakat yang mengenalnya.
Sejumlah tokoh masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat segera mengungkap identitas pengemudi serta menuntaskan penyelidikan secara transparan. Mereka menilai keadilan bagi korban harus ditegakkan agar peristiwa serupa tidak kembali terulang.
"Korban berangkat mencari nafkah untuk keluarganya, bukan untuk menjadi korban kelalaian di jalan raya. Kami berharap pelaku segera ditemukan dan mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku," ujar salah seorang warga setempat.
Hingga berita ini ditulis, proses penyelidikan masih terus berlangsung. Polisi mengimbau masyarakat yang memiliki informasi, rekaman video, atau mengetahui keberadaan kendaraan yang diduga terlibat agar segera melapor guna membantu percepatan pengungkapan kasus.
Tragedi yang merenggut nyawa seorang ibu rumah tangga sekaligus pedagang sayur keliling ini menjadi luka kolektif bagi masyarakat Lumajang. Di tengah duka yang mendalam, publik kini menanti langkah tegas aparat penegak hukum untuk mengungkap fakta sebenarnya dan menghadirkan keadilan bagi almarhumah Husnul serta keluarga yang ditinggalkan.
Red,aji.


.jpg)