Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

PWNU Jawa Tengah Matangkan Persiapan Bahtsul Masail, PCNU Jepara Siap Jadi Tuan Rumah Forum Keilmuan Strategis

Selasa, 07 April 2026 | April 07, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-07T13:43:43Z

 


MNI|JEPARA – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah kembali meneguhkan komitmennya dalam menghidupkan tradisi intelektual pesantren melalui penyelenggaraan forum Bahtsul Masail, sebuah ruang diskursus hukum Islam yang responsif terhadap dinamika zaman. Agenda strategis ini dijadwalkan berlangsung pada 20 April 2026, dengan PCNU Jepara sebagai tuan rumah pelaksanaan.

Forum Bahtsul Masail merupakan manifestasi tradisi akademik khas kalangan pesantren yang mengedepankan pendekatan metodologis berbasis literatur klasik (turats). Melalui forum ini, para ulama dan cendekiawan Islam membahas berbagai persoalan aktual (waqi’ah) maupun problematika klasik (mauquf) secara komprehensif dan kontekstual, guna melahirkan rumusan hukum yang relevan bagi kehidupan umat, termasuk dalam spektrum sosial-keagamaan hingga sosial-politik kontemporer.

Penunjukan PCNU Jepara sebagai tuan rumah putaran kelima tingkat Jawa Tengah menegaskan posisi strategis daerah ini dalam peta pengembangan wacana keislaman berbasis keilmuan. Sebelumnya, forum serupa telah sukses digelar di sejumlah daerah seperti Kudus, Wonosobo, Banyumas, dan Pekalongan.

Dalam rangka memastikan kesiapan penyelenggaraan, PWNU Jawa Tengah bersama jajaran Lembaga Bahtsul Masail (LBM) NU Jateng dijadwalkan melakukan verifikasi langsung terhadap lokasi kegiatan. Sekretaris PWNU Jateng, Ahmad Fathkur Rohman, menyampaikan bahwa pengecekan akan difokuskan pada kesiapan teknis dan non-teknis panitia lokal.

“Insyaallah pada Selasa (7/4/2026) kami akan melakukan pengecekan langsung guna memastikan kesiapan panitia lokal, mulai dari sarana prasarana hingga fasilitas pendukung kegiatan,” ujarnya dalam rapat koordinasi virtual bersama panitia pelaksana, Minggu (5/4/2026).

Ia menambahkan, kegiatan ini diproyeksikan akan dihadiri oleh perwakilan dari 36 PCNU se-Jawa Tengah, serta para kiai dari jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah. Secara keseluruhan, jumlah peserta diperkirakan mencapai 200 hingga 250 orang, mencerminkan besarnya antusiasme dan partisipasi elemen struktural NU dalam forum tersebut.

Sementara itu, Ketua LBM NU Jateng, Muhammad Faeshol, menekankan pentingnya efektivitas dan efisiensi dalam pelaksanaan agenda. Ia mengungkapkan bahwa dokumen Term of Reference (ToR) telah disampaikan kepada panitia lokal sebagai panduan teknis kegiatan.

“Pembukaan diharapkan berlangsung sederhana agar forum inti (jalsah) dapat dimulai paling lambat pukul 09.30 WIB. Kami juga menekankan pentingnya kesiapan ruang transit, serta penyediaan ruang bagi display dan distribusi kitab-kitab karya ulama Jawa Tengah,” jelasnya.

Dari sisi kesiapan lokal, panitia pelaksana yang diwakili oleh Ahmad Sahil memastikan bahwa seluruh aspek teknis telah dipersiapkan secara matang. Kegiatan dijadwalkan berlangsung di gedung PCNU Jepara yang telah disiapkan untuk menunjang kelancaran forum.

“Sarana dan prasarana, mulai dari ruang sidang utama, konsumsi, area parkir, fasilitas audio, hingga ruang transit VIP telah kami siapkan secara optimal,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa seremoni pembukaan akan menghadirkan langsung Bupati Jepara, Witiarso Utomo, sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan tradisi keilmuan Islam yang moderat dan berkemajuan.

Dengan berbagai persiapan yang terus dimatangkan, forum Bahtsul Masail ini diharapkan tidak hanya menjadi ruang diskursus keagamaan, tetapi juga sebagai wahana strategis dalam merumuskan pandangan keislaman yang adaptif, solutif, serta relevan dalam menjawab tantangan sosial masyarakat kontemporer.

Punkasnya,Kerja,tim.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update