Didampingi istrinya, Nawal Arafah Yasin, Wakil Gubernur menyusuri genangan air di Jalan Raya Tirto Raya, Kelurahan Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat, yang hingga saat peninjauan masih tergenang air dengan ketinggian bervariasi. Dari lokasi tersebut, rombongan melanjutkan peninjauan ke sejumlah titik pengungsian, termasuk masjid yang difungsikan sebagai tempat evakuasi sementara bagi warga terdampak banjir.
Kehadiran Wakil Gubernur disambut antusias oleh masyarakat, baik warga yang tengah membersihkan sisa-sisa lumpur pascabanjir maupun mereka yang masih bertahan di lokasi pengungsian. Di sela peninjauan, Taj Yasin berdialog langsung dengan warga, perangkat kelurahan, relawan kebencanaan, serta petugas lapangan guna menyerap aspirasi dan memperoleh gambaran faktual terkait kondisi terkini, kebutuhan mendesak masyarakat, serta kendala teknis di lapangan.
Sementara itu, Nawal Arafah Yasin tampak menyapa para ibu pengungsi dan membagikan buku bacaan serta perlengkapan anak-anak. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya dukungan psikososial, khususnya bagi anak-anak, agar tetap memperoleh perhatian, rasa aman, dan semangat di tengah situasi darurat akibat bencana banjir.
Mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Taj Yasin menegaskan bahwa fokus utama penanganan banjir saat ini adalah keselamatan masyarakat, dengan prioritas pada kelompok rentan. Lansia, anak-anak, serta penyandang disabilitas menjadi sasaran utama dalam proses evakuasi, pemenuhan kebutuhan dasar, dan pelayanan kesehatan.
“Yang terpenting adalah memastikan masyarakat dalam kondisi aman. Lansia, anak-anak, dan warga berkebutuhan khusus menjadi prioritas. Sejumlah warga sudah kita evakuasi dan ditempatkan di lokasi yang lebih aman,” ujar Taj Yasin di sela kegiatan peninjauan.
Selain proses evakuasi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyiagakan dapur umum, layanan kesehatan, serta bantuan logistik berupa sembako, kebutuhan balita, dan perlengkapan dasar lainnya untuk meringankan beban para korban banjir. Taj Yasin menegaskan bahwa langkah penanganan tidak berhenti pada fase darurat, melainkan akan dilanjutkan dengan kebijakan strategis jangka panjang.
Langkah tersebut meliputi normalisasi sungai, penguatan dan perbaikan tanggul, serta pembenahan sistem drainase sebagai bagian dari upaya mitigasi banjir berkelanjutan di wilayah rawan genangan, khususnya di Kota Pekalongan dan sekitarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Taj Yasin juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah kabupaten/kota, kecamatan, hingga unsur masyarakat dan relawan, untuk memperkuat sinergi serta mempercepat pelayanan bagi warga terdampak.
“Kami memohon dukungan seluruh pihak agar penanganan korban banjir dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi. Semoga masyarakat diberikan ketabahan serta kesehatan lahir dan batin dalam menghadapi musibah ini,” imbuhnya.
Warga terdampak banjir mengaku bersyukur dan merasa diperhatikan atas kehadiran Wakil Gubernur beserta rombongan. Bantuan sembako, kebutuhan anak, serta perhatian langsung dari pimpinan daerah dinilai memberikan semangat dan harapan di tengah situasi sulit yang mereka hadapi.
“Alhamdulillah, kami sangat senang dan terharu atas kunjungan serta bantuan yang diberikan. Kehadiran Pak Wakil Gubernur menjadi penguat bagi kami untuk bangkit kembali,” ujar salah seorang warga pengungsi.
Melalui langkah responsif, pendekatan humanis, serta perencanaan penanganan yang terintegrasi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk selalu hadir bersama rakyat, mengayomi masyarakat, dan membangun sistem penanggulangan bencana yang berkelanjutan demi terwujudnya Jawa Tengah yang tangguh, aman, dan berdaya.
Punkasnya,kerja tim.trisno.



