Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Rumah Mantan Kades Rejosari Diduga Diteror Api, Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Rabu, 03 Juni 2026 | Juni 03, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-03T12:27:37Z

 


MNI|DEMAK – Suasana tenang di Desa Rejosari, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak, mendadak berubah menjadi kepanikan setelah rumah milik Mahmud, mantan Kepala Desa Rejosari, diduga menjadi sasaran aksi teror pembakaran oleh orang tak dikenal pada Selasa malam (2/6/2026) sekitar pukul 00.00 WIB.

Peristiwa yang mengejutkan tersebut pertama kali diketahui oleh Retno, istri Mahmud yang sehari-hari bertugas sebagai bidan desa. Saat hendak beristirahat, Retno dikejutkan oleh kepulan asap yang secara tiba-tiba memenuhi ruang kamar tempat dirinya berada.

"Saya kaget karena tiba-tiba ada asap yang memenuhi kamar. Kejadiannya sekitar pukul 12 malam," ungkap Retno kepada wartawan, Rabu (3/6/2026).

Keterangan tersebut menjadi titik awal terungkapnya dugaan aksi teror yang kini tengah menjadi perhatian masyarakat setempat. Beruntung, penghuni rumah segera menyadari kondisi tersebut sehingga tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Namun demikian, kejadian itu menimbulkan trauma psikologis bagi keluarga korban sekaligus memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat.

Hingga saat ini, sumber pasti munculnya api maupun identitas pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut masih belum diketahui. Aparat kepolisian dari Polres Demak bersama jajaran terkait telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengumpulkan barang bukti dan mengidentifikasi penyebab insiden secara menyeluruh.

Penyelidikan dilakukan secara profesional dengan mengedepankan metode ilmiah kepolisian untuk memastikan fakta-fakta yang terjadi di lapangan. Langkah tersebut penting guna menghindari spekulasi yang dapat memperkeruh situasi serta menjaga kondusivitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kasus ini pun menjadi perhatian warga Desa Rejosari yang berharap aparat penegak hukum dapat segera mengungkap motif maupun pelaku di balik dugaan aksi pembakaran tersebut. Masyarakat menilai keamanan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang harus terus diperkuat melalui komunikasi aktif antara warga dan aparat keamanan.

Sementara itu, petugas Bhabinkamtibmas mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.

"Apabila ada hal-hal yang mencurigakan, segera laporkan kepada aparat desa, Bhabinkamtibmas, maupun pihak kepolisian. Kami berharap masyarakat tetap waspada dan menjadikan peristiwa ini sebagai pengingat pentingnya menjaga keamanan lingkungan secara bersama-sama," ujar petugas di sela kegiatan pemantauan.

Pengamat sosial kemasyarakatan menilai bahwa peristiwa semacam ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sistem keamanan berbasis partisipasi warga. Kewaspadaan kolektif, ronda malam, serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar dinilai menjadi langkah preventif yang efektif dalam mencegah terjadinya tindak kriminal maupun gangguan keamanan lainnya.

Di sisi lain, masyarakat diharapkan tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Prinsip praduga tak bersalah harus dikedepankan hingga aparat kepolisian berhasil mengungkap fakta-fakta yang sebenarnya melalui penyelidikan resmi.

Saat ini, Polres Demak masih terus mendalami berbagai kemungkinan terkait peristiwa tersebut. Aparat berkomitmen mengusut tuntas kasus ini demi memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus memastikan tidak ada pihak yang bermain-main dengan keamanan warga.

Peristiwa yang menimpa keluarga mantan Kepala Desa Rejosari itu menjadi pengingat bahwa ancaman terhadap keamanan lingkungan dapat terjadi kapan saja. Karena itu, sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, dan aparat keamanan menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas sosial serta menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh warga.

Red,Adi,aji.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update