MNI|GROBOGAN – Semangat kebersamaan dan nilai-nilai kearifan lokal kembali ditunjukkan masyarakat Dusun Karas, Desa Pakis, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan. Menjelang dimulainya pembangunan Jembatan Armco yang akan menjadi akses vital penghubung antarwilayah, warga setempat menggelar selametan dan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur sekaligus permohonan keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (6/6/2026) tersebut dihadiri oleh tokoh masyarakat, perangkat desa, warga Dusun Karas, serta anggota Koramil 17/Kradenan. Meski dilaksanakan secara sederhana, suasana khidmat dan penuh kekeluargaan begitu terasa sepanjang prosesi berlangsung.
Tradisi selametan yang telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Jawa itu dimaknai sebagai ikhtiar spiritual sebelum memulai sebuah pekerjaan besar. Melalui doa bersama, warga berharap pembangunan Jembatan Armco dapat berjalan lancar tanpa hambatan, sekaligus membawa manfaat besar bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.
Batituud Koramil 17/Kradenan, Peltu Supriyanto, mengatakan bahwa kegiatan doa bersama merupakan bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai budaya yang masih dijaga masyarakat sekaligus sarana untuk memohon perlindungan dan keselamatan selama proses pembangunan berlangsung.
Menurutnya, pembangunan jembatan bukan sekadar proyek infrastruktur semata, tetapi juga menjadi harapan baru bagi masyarakat dalam meningkatkan konektivitas, memperlancar mobilitas warga, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi di kawasan Dusun Karas dan sekitarnya.
"Doa bersama ini dilaksanakan sebagai bentuk ikhtiar dan rasa syukur masyarakat. Kami memohon kepada Allah SWT agar seluruh tahapan pembangunan diberikan kelancaran, keselamatan bagi para pekerja, serta hasil pembangunan nantinya dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat," ujar Peltu Supriyanto.
Ia menambahkan, kehadiran Jembatan Armco nantinya akan menjadi sarana penting yang mendukung aktivitas warga, baik dalam bidang pertanian, perdagangan maupun akses pendidikan dan pelayanan publik. Oleh karena itu, keterlibatan masyarakat sejak awal pembangunan menjadi modal sosial yang sangat berharga untuk menyukseskan program tersebut.
Lebih lanjut, Peltu Supriyanto menegaskan bahwa kebersamaan antara TNI dan masyarakat yang selama ini terjalin dengan baik merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Sinergi tersebut terlihat dari keterlibatan anggota Koramil dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, termasuk mendukung pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan warga.
Sementara itu, masyarakat Dusun Karas menyambut pembangunan jembatan tersebut dengan penuh antusias. Selama ini, akses yang tersedia dinilai belum sepenuhnya mendukung kelancaran aktivitas warga, terutama saat musim penghujan yang sering menghambat mobilitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian.
Dengan dibangunnya Jembatan Armco, warga berharap akses transportasi menjadi lebih aman, nyaman, dan efisien. Infrastruktur tersebut diyakini akan mempercepat arus perekonomian desa serta memperkuat konektivitas antarwilayah yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Prosesi doa bersama dipimpin langsung oleh Kepala Dusun Karas dan diikuti oleh perwakilan warga, tokoh masyarakat, serta anggota Koramil 17/Kradenan. Dalam suasana penuh kekhidmatan, seluruh peserta memanjatkan doa agar pembangunan berjalan sesuai rencana, terhindar dari kendala, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pembangunan tidak hanya membutuhkan dukungan teknis dan anggaran, tetapi juga kekuatan sosial, budaya, dan spiritual masyarakat. Nilai gotong royong, kebersamaan, serta rasa syukur yang ditunjukkan warga Dusun Karas menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.
Dengan dimulainya pembangunan Jembatan Armco tersebut, harapan baru pun tumbuh di tengah masyarakat. Infrastruktur yang akan dibangun tidak hanya menjadi penghubung fisik antarwilayah, tetapi juga menjadi simbol persatuan, kemajuan, dan optimisme masyarakat Desa Pakis dalam menatap masa depan yang lebih baik.
Punkasnya,Shabar.aji.


.jpg)