MNI|DEMAK – Komitmen Polri untuk terus mendekatkan diri kepada masyarakat kembali diwujudkan melalui kegiatan bakti sosial dan bakti kesehatan yang digelar Polres Demak dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Parama Satwika Polres Demak, Selasa (23/6/2026), menjadi ruang pelayanan sekaligus penguatan hubungan kemitraan antara institusi kepolisian dan masyarakat dari berbagai lapisan.
Tidak hanya berfokus pada aspek keamanan dan ketertiban, Polres Demak menghadirkan layanan kesehatan yang menyentuh langsung kebutuhan warga. Beragam program kemanusiaan diselenggarakan, mulai dari khitan massal, cek kesehatan gratis (CKG), hingga skrining tuberkulosis (TB) paru yang melibatkan unsur masyarakat secara luas.
Suasana penuh kehangatan dan kepedulian tampak mewarnai kegiatan tersebut. Anak-anak peserta khitan massal hadir didampingi keluarga mereka, sementara para pengemudi ojek online, penyandang disabilitas, organisasi kemasyarakatan, perguruan silat, hingga warga sekitar Mapolres Demak memanfaatkan layanan kesehatan yang disediakan secara cuma-cuma.
Sebanyak 14 anak yang merupakan perwakilan dari Polsek jajaran Polres Demak mengikuti khitan massal yang diselenggarakan tanpa biaya. Program ini menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial Polri dalam membantu masyarakat, khususnya keluarga yang membutuhkan akses layanan kesehatan yang mudah dan terjangkau.
Di sisi lain, layanan cek kesehatan gratis dan skrining TB paru mendapatkan antusiasme tinggi dari peserta. Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat kesehatan secara langsung, tetapi juga menjadi sarana edukasi tentang pentingnya deteksi dini penyakit menular yang masih menjadi perhatian pemerintah.
Kapolres Demak, AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra, menegaskan bahwa kegiatan bakti kesehatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang dilaksanakan secara serentak oleh Polri di seluruh Indonesia sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, momentum Hari Bhayangkara tidak semata menjadi peringatan historis perjalanan institusi kepolisian, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kehadiran Polri di tengah masyarakat melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung.
"Kami mengundang teman-teman driver online, penyandang disabilitas, anak-anak peserta khitan massal, serta warga sekitar Polres Demak untuk mengikuti kegiatan ini. Tujuannya agar Polri semakin dekat dengan masyarakat dan seluruh elemen yang ada di dalamnya," ujar AKBP Samel.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa peran Polri pada era modern tidak hanya terbatas pada fungsi penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan serta ketertiban masyarakat. Polri juga memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk hadir dalam berbagai persoalan kemasyarakatan, termasuk bidang kesehatan dan kesejahteraan sosial.
Menurutnya, kehadiran Polri yang humanis dan responsif menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik. Oleh sebab itu, berbagai program sosial terus didorong agar masyarakat dapat merasakan secara langsung manfaat keberadaan institusi kepolisian.
"Kami ingin menunjukkan bahwa Polri selalu hadir dan siap berada di setiap sendi kehidupan masyarakat," tegasnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan transformasi Polri yang semakin mengedepankan pendekatan pelayanan publik berbasis kemanusiaan. Kehadiran aparat kepolisian tidak hanya terlihat saat terjadi gangguan keamanan, tetapi juga hadir sebagai mitra masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan bersama.
AKBP Samel juga mengapresiasi sinergi yang terjalin antara Polres Demak dan Dinas Kesehatan Kabupaten Demak dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci keberhasilan berbagai program pelayanan masyarakat yang membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
Melalui kerja sama tersebut, berbagai layanan kesehatan dapat diberikan secara optimal, termasuk skrining tuberkulosis paru yang merupakan bagian dari dukungan terhadap program pemerintah dalam menekan angka kasus TB di Indonesia.
"Kami bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Demak dalam berbagai kegiatan kesehatan masyarakat. Salah satunya skrining TB paru sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah untuk menekan angka kasus tuberkulosis," jelasnya.
Program skrining TB paru yang dilakukan dalam kegiatan ini memiliki nilai strategis karena penyakit tuberkulosis masih menjadi salah satu tantangan kesehatan nasional. Dengan deteksi dini, masyarakat dapat memperoleh penanganan lebih cepat sehingga risiko penyebaran penyakit dapat diminimalkan.
Selain menjadi sarana pelayanan kesehatan, kegiatan bakti sosial dan bakti kesehatan tersebut juga memperkuat semangat gotong royong serta kepedulian sosial yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat Indonesia. Kehadiran Polri bersama tenaga kesehatan, komunitas masyarakat, dan berbagai elemen lainnya menunjukkan bahwa pembangunan kesehatan membutuhkan kolaborasi yang berkelanjutan.
Momentum Hari Bhayangkara ke-80 di Kabupaten Demak pun tidak hanya menjadi perayaan institusional semata, melainkan menjadi refleksi nyata pengabdian Polri kepada masyarakat. Melalui pendekatan yang humanis, inklusif, dan berorientasi pada pelayanan, Polres Demak terus berupaya menghadirkan wajah kepolisian yang dekat, peduli, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di berbagai sektor kehidupan.
Dengan semangat Presisi yang terus dikedepankan, Polres Demak berharap berbagai kegiatan sosial dan kesehatan seperti ini dapat mempererat hubungan emosional antara Polri dan masyarakat, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian sebagai pelindung, pengayom, pelayan, dan sahabat masyarakat.
Punkasnya,Munthohar.Aji.



.jpg)