Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

AKBP Samel: Tuberkulosis Penyebab Kematian Nomor Dua di Dunia, Perlu Penanganan Bersama dan Berkelanjutan

Selasa, 02 Juni 2026 | Juni 02, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-02T06:27:17Z

 


MNI|DEMAK – Komitmen mendukung program kesehatan nasional terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Dalam upaya mempercepat penanggulangan Tuberkulosis (TB), Polres Demak bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Demak menggelar kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan skrining TB Paru bagi jajaran Bhabinkamtibmas, Selasa (2/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung sebagai bagian dari implementasi program penanggulangan Tuberkulosis yang diinisiasi Polda Jawa Tengah tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran anggota Polri sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat. Tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban, Bhabinkamtibmas kini juga didorong menjadi agen edukasi kesehatan di tengah masyarakat.

Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan tersebut memiliki nilai strategis yang jauh lebih luas daripada sekadar memastikan kondisi fisik personel tetap prima. Kegiatan itu sekaligus menjadi sarana mempersiapkan Bhabinkamtibmas agar mampu berkontribusi aktif dalam upaya pencegahan, deteksi dini, hingga edukasi terkait Tuberkulosis di wilayah binaan masing-masing.

Menurutnya, TB masih menjadi salah satu ancaman kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian serius dari seluruh elemen bangsa. Penyakit yang menyerang paru-paru tersebut masih menjadi penyebab kematian tertinggi kedua di dunia setelah penyakit kardiovaskular pada berbagai kelompok masyarakat di sejumlah negara berkembang.

"Kegiatan ini untuk menyiapkan personel dalam menjalankan program Bapak Kapolda Jawa Tengah terkait penanggulangan Tuberkulosis di masyarakat. Berdasarkan data, penyakit TB menjadi penyebab kematian nomor dua di dunia. Karena itu, Polri hadir dan ingin bersama-sama dengan Dinas Kesehatan melakukan upaya penanggulangan penyakit tersebut," ujar AKBP Samel.

Pernyataan tersebut mencerminkan komitmen Polri dalam mendukung program pembangunan kesehatan nasional yang menjadi bagian penting dari agenda peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Sebagai institusi yang memiliki jaringan hingga tingkat desa dan kelurahan, Polri dinilai memiliki posisi strategis untuk membantu pemerintah memperluas jangkauan edukasi serta pengawasan kesehatan masyarakat.

Dalam konteks tersebut, peran Bhabinkamtibmas menjadi sangat vital. Kehadiran mereka yang bersentuhan langsung dengan warga memungkinkan proses sosialisasi mengenai bahaya TB, pentingnya pemeriksaan kesehatan, serta kepatuhan menjalani pengobatan dapat dilakukan secara lebih efektif dan berkelanjutan.

Selain itu, keterlibatan aparat kepolisian dalam isu kesehatan menunjukkan transformasi pelayanan publik yang semakin humanis dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Keamanan dan kesehatan dinilai sebagai dua aspek yang saling berkaitan dalam mewujudkan kesejahteraan sosial.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Demak dr. Ali Maimun menyampaikan apresiasi atas dukungan Polres Demak dalam program penanggulangan TB. Menurutnya, sinergi yang dibangun antara tenaga kesehatan dan Bhabinkamtibmas akan memperkuat strategi penemuan kasus secara aktif di tengah masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa salah satu tantangan terbesar dalam pengendalian Tuberkulosis adalah masih adanya kasus yang belum terdeteksi. Akibatnya, penderita berpotensi terus menularkan penyakit kepada orang-orang di sekitarnya tanpa mendapatkan pengobatan yang memadai.

"Ke depan, dengan bantuan dari Kepolisian melalui Bhabinkamtibmas, kami dapat bersinergi dengan teman-teman di Puskesmas untuk menemukan lebih banyak kasus sekaligus melakukan tracing terhadap anggota keluarga yang memiliki kontak erat. Yang lebih penting adalah mengawal data dan penanganannya agar pasien yang ditemukan mendapatkan pengobatan sampai tuntas," jelasnya.

Menurut dr. Ali Maimun, pendekatan berbasis komunitas menjadi salah satu strategi paling efektif dalam memutus rantai penularan Tuberkulosis. Selain melakukan pemeriksaan terhadap pasien yang terindikasi TB, petugas kesehatan juga akan melakukan pelacakan terhadap anggota keluarga dan individu yang memiliki kontak erat dengan penderita.

Langkah tersebut bertujuan untuk mendeteksi kemungkinan penularan sejak dini sekaligus memberikan terapi pencegahan bagi kelompok yang berisiko tinggi. Dengan demikian, upaya pengendalian tidak hanya berfokus pada pengobatan pasien, tetapi juga pada pencegahan munculnya kasus baru.

Ia menambahkan bahwa seluruh layanan penanganan Tuberkulosis yang disediakan pemerintah dapat diakses masyarakat secara gratis. Mulai dari pemeriksaan laboratorium, skrining kesehatan, hingga pengobatan diberikan tanpa biaya sebagai bentuk komitmen negara dalam melindungi kesehatan rakyat.

Pasien yang dinyatakan positif TB diwajibkan menjalani pengobatan secara rutin selama enam bulan sesuai standar medis. Kepatuhan terhadap pengobatan menjadi faktor utama keberhasilan terapi sekaligus mencegah munculnya resistensi obat yang dapat memperumit proses penyembuhan.

Sementara itu, individu yang memiliki kontak erat dengan penderita dan memenuhi kriteria medis akan mendapatkan terapi pencegahan berupa konsumsi obat secara berkala selama tiga bulan. Program ini menjadi bagian penting dalam strategi eliminasi Tuberkulosis yang sedang dijalankan pemerintah.

Kegiatan skrining dan pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan Polres Demak bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Demak tersebut sekaligus menjadi contoh nyata kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi persoalan kesehatan masyarakat. Penanggulangan Tuberkulosis tidak dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan semata, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, dunia pendidikan, hingga keluarga.

Melalui sinergi yang kuat, edukasi yang masif, deteksi dini yang optimal, serta kepatuhan pengobatan yang terjaga, diharapkan angka kasus Tuberkulosis dapat terus ditekan sehingga target eliminasi TB Indonesia Tahun 2030 dapat tercapai.

Lebih dari sekadar program kesehatan, gerakan bersama melawan Tuberkulosis merupakan investasi kemanusiaan untuk menciptakan masyarakat yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Kehadiran Polri melalui Bhabinkamtibmas dalam program ini menjadi bukti bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui penjagaan keamanan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap kualitas hidup dan kesehatan warga hingga ke tingkat akar rumput.

Punkasnya Munthohar ,Adji.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update