Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Tradisi Manganan Desa Tlogotirto, Babinsa Hadir Rawat Harmoni Sosial dan Lestarikan Warisan Budaya Leluhur

Jumat, 29 Mei 2026 | Mei 29, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-29T11:09:28Z

 


MNI|Grobogan — Tradisi manganan atau sedekah bumi yang digelar masyarakat Desa Tlogotirto, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan, kembali menjadi ruang kebersamaan sosial yang mempertemukan nilai spiritual, budaya, serta semangat gotong royong masyarakat desa. Dalam kegiatan yang berlangsung khidmat pada Jumat (29/05/2026), kehadiran aparat kewilayahan dari Koramil 11/Gabus Kodim 0717/Grobogan turut memperkuat makna sosial dari tradisi turun-temurun tersebut.

Serka Miftahudin selaku Babinsa Desa Tlogotirto hadir langsung memonitor sekaligus mengikuti rangkaian kegiatan upacara manganan bersama warga. Tradisi ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan bagian dari identitas budaya masyarakat agraris yang hingga kini masih dijaga sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur dan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan hasil bumi serta keselamatan desa.

Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama di punden desa yang dianggap sebagai simbol sejarah dan pemersatu masyarakat setempat. Setelah prosesi doa berlangsung, warga kemudian menggelar bancaan atau makan bersama dengan membawa berbagai hasil masakan rumahan sebagai simbol kebersamaan dan persaudaraan antarmasyarakat.

Nuansa kekeluargaan tampak begitu kuat. Warga dari berbagai kalangan, mulai tokoh masyarakat, tokoh agama, perangkat desa, pemuda hingga anak-anak berbaur tanpa sekat dalam suasana penuh keakraban. Momentum ini sekaligus menjadi refleksi bahwa budaya lokal masih memiliki posisi penting sebagai perekat sosial di tengah arus modernisasi yang terus berkembang.

Kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Selain menjalankan fungsi pembinaan teritorial, keterlibatan aparat TNI dalam tradisi masyarakat dinilai mampu memperkuat hubungan emosional antara aparat negara dan warga binaan.

Serka Miftahudin menegaskan bahwa seorang Babinsa tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam aspek pertahanan dan keamanan wilayah, namun juga memiliki peran sosial dalam menjaga nilai-nilai budaya yang hidup di tengah masyarakat.

“Sebagai Bintara Pembina Desa, kami tidak hanya mengurus pertahanan wilayah, tetapi juga ikut peduli terhadap pelestarian budaya leluhur yang menjadi identitas masyarakat desa,” ujarnya.

Bersama Bhabinkamtibmas dan unsur masyarakat lainnya, Babinsa juga turut membantu persiapan kegiatan sejak awal hingga akhir acara. Keterlibatan tersebut menjadi wujud nyata sinergitas antara aparat keamanan dan masyarakat dalam menjaga tradisi agar tetap lestari sekaligus menciptakan suasana desa yang aman, tertib, dan harmonis.

Dalam suasana penuh kebersamaan itu, Babinsa juga memanfaatkan momentum untuk berdialog langsung dengan warga, mendengarkan aspirasi masyarakat, serta memantau perkembangan situasi lingkungan di wilayah binaannya. Pendekatan humanis semacam ini dinilai efektif dalam memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Tradisi manganan sendiri telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat pedesaan di wilayah Grobogan. Selain mengandung nilai religius dan budaya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat solidaritas sosial, memperkuat semangat gotong royong, serta menjaga hubungan antargenerasi agar tetap memahami akar budaya daerahnya.

Di tengah perubahan zaman yang semakin modern, masyarakat Desa Tlogotirto menunjukkan bahwa warisan budaya tidak harus ditinggalkan. Sebaliknya, tradisi lokal justru dapat menjadi fondasi moral dan sosial dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun, guyub, dan saling menghormati.


Perayaan tahunan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa nilai syukur, kebersamaan, dan kepedulian sosial merupakan kekuatan utama masyarakat desa yang perlu terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Tutupnya,Shabar.aji.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update