Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Polres Kudus Pastikan Pengamanan Optimal, Ibadah Jumat Agung Berlangsung Aman, Khidmat, dan Penuh Toleransi

Jumat, 03 April 2026 | April 03, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-03T15:29:45Z


MNI|KUDUS — Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) pada momentum sakral Jumat Agung Tahun 2026, jajaran Kepolisian Resor Kudus menegaskan komitmennya melalui pendekatan pengamanan yang komprehensif, humanis, dan berorientasi pada pelayanan publik. Langkah ini diwujudkan melalui keterlibatan langsung Kapolres Kudus Heru Dwi Purnomo yang melakukan pengecekan intensif di sejumlah rumah ibadah, Jumat (3/4/2026) sore.

Kehadiran pimpinan kepolisian di tengah-tengah aktivitas keagamaan tersebut bukan sekadar simbolik, melainkan bagian dari strategi operasional yang terstruktur dalam memastikan setiap rangkaian ibadah umat Kristiani berjalan aman, tertib, dan penuh kekhusyukan. Dalam konteks kehumasan Mabes Polri, langkah ini mencerminkan penguatan citra institusi sebagai representasi negara yang hadir menjamin kebebasan beragama sekaligus menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat multikultural.

Dua titik strategis yang menjadi fokus pengamanan meliputi Gereja Katolik Santo Yohanes Evangelista di kawasan Jalan Sunan Muria, Desa Barongan, serta Gereja Isa Al Masih Kudus di Jalan Kepodang No. 13, Desa Panjunan. Kedua gereja tersebut menjadi pusat pelaksanaan liturgi Wafat Isa Al Masih yang diikuti oleh jemaat dengan penuh penghayatan spiritual.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres didampingi Wakapolres Kudus Rendi Johan Prasetyo bersama jajaran Pejabat Utama (PJU). Tim melakukan inspeksi menyeluruh terhadap kesiapan personel, skema pengamanan terbuka dan tertutup, optimalisasi fungsi intelijen, serta kesiapsiagaan sistem deteksi dini guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan sekecil apa pun.

Kapolres Kudus menegaskan bahwa pengamanan dilaksanakan secara profesional, proporsional, dan sesuai standar operasional prosedur (SOP), dengan mengedepankan sinergitas antara aparat keamanan, pengurus gereja, serta partisipasi aktif masyarakat.

“Kami memastikan seluruh rangkaian pengamanan berjalan optimal agar umat Kristiani dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan penuh kekhusyukan sebagai bagian dari pengabdian spiritual mereka,” ungkap AKBP Heru Dwi Purnomo.


Lebih jauh, ia menekankan bahwa kehadiran Polri dalam momentum keagamaan tidak hanya berorientasi pada aspek keamanan semata, tetapi juga sebagai manifestasi pelayanan publik yang menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi, inklusivitas, serta penghormatan terhadap keberagaman keyakinan.

Dalam perspektif sosial-religius, pengamanan ibadah Jumat Agung memiliki makna strategis sebagai bagian dari upaya menjaga kohesi sosial dan memperkuat harmoni antarumat beragama. Stabilitas kamtibmas pada momen keagamaan dinilai menjadi indikator penting keberhasilan kolaborasi antara negara dan masyarakat dalam merawat persatuan.

Polres Kudus juga mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga kondusivitas lingkungan dengan mengedepankan sikap saling menghormati, toleransi, serta kewaspadaan kolektif. Partisipasi publik melalui pelaporan dini terhadap potensi gangguan keamanan menjadi bagian integral dalam sistem pengamanan berbasis komunitas.

“Sinergitas antara aparat keamanan dan masyarakat adalah fondasi utama dalam menciptakan situasi yang aman dan harmonis. Kami mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama menjaga kedamaian serta menghormati setiap aktivitas keagamaan,” tambahnya.

Sebagai penegasan akhir, Polres Kudus memastikan bahwa pengamanan tidak berhenti pada pelaksanaan Jumat Agung semata, melainkan akan terus berlanjut hingga seluruh rangkaian perayaan Paskah selesai. Komitmen berkelanjutan ini menjadi bagian dari upaya institusional dalam menjaga stabilitas keamanan nasional sekaligus

memperkuat nilai-nilai kebhinekaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara

Punkasnya,Mukti.aji.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update