Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tahapan awal perencanaan pembentukan Yon Teritorial Pembangunan sebagai salah satu program strategis TNI Angkatan Darat yang selaras dengan kebijakan nasional di bidang ketahanan pangan dan pembangunan wilayah. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan serta dukungan lintas sektor terhadap rencana pembangunan satuan tersebut.
Sebelum meninjau lokasi secara langsung, rombongan terlebih dahulu mengikuti paparan yang disampaikan oleh Dandim 0717/Grobogan Letkol Inf Wefri Sandiyanto. Dalam paparannya, Dandim menjelaskan secara rinci mengenai kondisi geografis, status kepemilikan, serta luasan lahan yang direncanakan sebagai lokasi pembangunan Yon TP.
“Lahan yang direncanakan untuk pembangunan Yon Teritorial Pembangunan merupakan aset milik Perhutani dengan luas sekitar 180,1 hektare. Secara umum, lokasi ini dinilai strategis dan sangat memungkinkan untuk mendukung kegiatan satuan, baik dari sisi geografis, aksesibilitas, maupun potensi pengembangan ke depan,” jelas Letkol Inf Wefri Sandiyanto di hadapan Danrem 073/Makutarama dan jajaran Forkopimda Kabupaten Grobogan.
Selain memaparkan aspek teknis lahan, Dandim 0717/Grobogan juga menyampaikan bahwa masyarakat Desa Kalimoro pada prinsipnya menyambut baik dan memberikan dukungan penuh terhadap rencana pembentukan Yon TP di wilayah mereka. Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh perwakilan warga setempat yang berharap kehadiran Yon TP dapat memberikan dampak positif, khususnya dalam mendorong pembangunan wilayah, peningkatan perekonomian masyarakat, serta terciptanya stabilitas keamanan dan ketertiban di lingkungan sekitar.
Sementara itu, Danrem 073/Makutarama Kolonel Arm Ezra Nathanael menegaskan bahwa pembentukan Yon Teritorial Pembangunan merupakan bagian dari program strategis nasional yang lahir dari visi besar untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di daerah.
“Kita patut bersyukur karena saat ini Indonesia telah mencapai swasembada beras, termasuk sejumlah komoditas pangan lainnya seperti jagung dan umbi-umbian. Pembentukan Yon TP ini menjadi bukti nyata komitmen TNI Angkatan Darat dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, sehingga ke depan Indonesia tidak lagi bergantung pada impor beras maupun komoditas pangan strategis lainnya,” tegas Kolonel Arm Ezra Nathanael.
Lebih lanjut, Danrem menyampaikan bahwa Yon Teritorial Pembangunan tidak hanya berfungsi sebagai satuan pertahanan, tetapi juga diharapkan mampu berperan aktif dalam pendampingan masyarakat, khususnya di sektor pertanian, pengelolaan sumber daya alam, serta program-program pembangunan wilayah yang bersinergi dengan pemerintah daerah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Grobogan Sugeng Prasetyo, S.E., M.M., Wakapolres Grobogan Kompol Trisno Nugroho, S.E., S.I.K., M.H., Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kabupaten Grobogan Drs. Daru Wisakti, M.Si., Administratur KPH Semarang Andi Hanu Santoso, serta jajaran Forkopimca Kecamatan Kedungjati.
Melalui kegiatan peninjauan ini, diharapkan seluruh pihak terkait dapat menyatukan persepsi dan komitmen bersama dalam mendukung rencana pembentukan Yon Teritorial Pembangunan di Kabupaten Grobogan
sebagai wujud sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung program strategis nasional.Punkasnya,Shabar.tim.
Pendim 0717/Grobogan




.jpg)

