Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Tragedi Bocah Terjatuh di Sungai Jajar, Polres Demak Bangun Jembatan Aman untuk Warga

Sabtu, 17 Januari 2026 | Januari 17, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-16T22:52:07Z


MNI|Demak, Jawa Tengah — Kepolisian Resor (Polres) Demak merampungkan pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi sepanjang 30 meter yang membentang di atas Sungai Jajar, menghubungkan Kelurahan Kadilangu dengan Kampung Domenggalan, Kelurahan Bintoro, Kabupaten Demak. Jembatan tersebut kini menjadi akses vital bagi aktivitas sosial, pendidikan, dan perekonomian masyarakat di kedua wilayah.

Pembangunan jembatan ini berangkat dari sebuah peristiwa tragis yang mengguncang empati publik. Pada Selasa malam, 25 November 2025, seorang bocah laki-laki berusia tujuh tahun dilaporkan terjatuh ke Sungai Jajar saat menyeberangi jembatan lama yang terbuat dari papan kayu dan besi bekas rel kereta api. Korban saat itu tengah pulang mengaji bersama dua kakaknya sambil menuntun sepeda ontel.

Kondisi jembatan yang minim penerangan, licin, serta terdapat papan berlubang diduga kuat menjadi penyebab korban terperosok dan jatuh ke sungai. Upaya pencarian yang dilakukan warga dan petugas akhirnya menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia. Peristiwa tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan menjadi peringatan keras akan pentingnya infrastruktur publik yang aman, khususnya bagi anak-anak.

Menindaklanjuti tragedi tersebut, serta sebagai bentuk implementasi arahan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Polres Demak bergerak cepat melakukan pembangunan jembatan baru yang layak, kokoh, dan aman. Proses pembangunan berlangsung selama kurang lebih satu bulan dengan melibatkan sinergi berbagai pihak, mulai dari jajaran kepolisian, pemerintah daerah, hingga partisipasi masyarakat setempat.


Jembatan Merah Putih Presisi di Demak merupakan bagian dari program strategis pembangunan 19 Jembatan Presisi di wilayah hukum Polda Jawa Tengah. Program tersebut diresmikan langsung oleh Kapolri pada Selasa (14/1/2026) di Jembatan Merah Putih Presisi yang menghubungkan Desa Cucukan dan Desa Kotesan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten.

Nurkholis (47), warga Kampung Domenggalan sekaligus ayah dari bocah korban, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada Polres Demak dan seluruh pihak yang telah merealisasikan pembangunan jembatan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa jembatan lama sebelumnya sangat berisiko, terutama bagi anak-anak dan warga lanjut usia.

“Jembatan ini merupakan akses utama warga dari Kelurahan Kadilangu menuju Kelurahan Bintoro. Sebelumnya sangat rawan, apalagi saat malam hari. Alhamdulillah, sekarang lebih aman dan tidak lagi membahayakan,” ujar Nurkholis dengan nada haru.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Demak, Iptu Said Nu’man Murod, menjelaskan bahwa Jembatan Merah Putih Presisi dibangun menggunakan konstruksi beton bertulang yang kuat serta dilengkapi pagar besi di sisi kanan dan kiri jembatan. Hal tersebut dilakukan untuk menjamin keselamatan serta kenyamanan warga saat melintas, baik pejalan kaki maupun pengendara sepeda.

“Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi ini tidak hanya dimaknai sebagai pembangunan infrastruktur fisik semata, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian dan kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam menjawab kebutuhan dasar warga,” ujar Iptu Said Nu’man Murod di Mapolres Demak, Jumat (16/1/2026).

Ia menambahkan, pembangunan jembatan tersebut juga merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menaruh perhatian besar terhadap keselamatan anak-anak sekolah dan masyarakat pedesaan yang selama ini harus menyeberangi sungai atau menempuh jarak lebih jauh akibat keterbatasan infrastruktur.

“Kami berharap jembatan ini tidak hanya menjadi sarana penghubung, tetapi juga simbol kepedulian negara terhadap keselamatan warganya. Semoga kejadian serupa tidak terulang kembali dan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman,” pungkasnya.

Dengan selesainya pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi tersebut, masyarakat Kadilangu dan Domenggalan kini memiliki akses penyeberangan yang lebih layak, sekaligus menjadi wujud nyata sinergi antara Polri, pemerintah, dan


masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, humanis, dan berkeadilan sosial.

Punkasnya.Munthohar,Sigit.tim.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update