MNI|GROBOGAN — Mengawali dimulainya pembangunan Jembatan Gantung Garuda, masyarakat Desa Ngombak bersama warga Desa Kentengsari menggelar selametan dan doa bersama sebagai bentuk ikhtiar spiritual sekaligus ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Ngombak, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan, Selasa (13/01/2026).
Doa bersama dilaksanakan secara sederhana namun penuh kekhidmatan. Selametan ini menjadi bagian dari tradisi masyarakat setempat yang senantiasa dilaksanakan sebelum memulai pekerjaan besar, khususnya yang berkaitan dengan kepentingan bersama. Melalui doa tersebut, warga memohon agar seluruh rangkaian pembangunan jembatan gantung dapat berjalan dengan lancar, aman, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
Kepala Desa Ngombak, Drs. Heriyanto, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan selametan atau doa bersama merupakan wujud permohonan kepada Allah SWT agar diberikan kesehatan, keselamatan, serta kelancaran selama proses pembangunan berlangsung.
“Doa bersama ini kami laksanakan sebagai bentuk ikhtiar batin sebelum memulai pekerjaan besar. Kami memohon kepada Allah SWT agar seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan Jembatan Gantung Garuda diberikan keselamatan, kesehatan, serta kemudahan hingga pekerjaan ini selesai,” ujar Heriyanto.
Lebih lanjut, Heriyanto menjelaskan bahwa doa bersama tersebut juga merupakan ungkapan rasa syukur masyarakat Desa Ngombak dan Desa Kentengsari atas akan dibangunnya jembatan gantung yang sangat dinantikan oleh warga. Jembatan tersebut diharapkan menjadi penghubung strategis antarwilayah yang selama ini terpisah, sekaligus mendukung peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
“Jembatan ini nantinya tidak hanya berfungsi sebagai sarana penghubung antar desa, tetapi juga akan memperlancar mobilitas warga, mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial. Oleh karena itu, doa bersama ini juga menjadi ungkapan terima kasih atas nikmat dan berkah yang telah diberikan oleh Allah SWT,” tambahnya.
Selametan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Desa Ngombak dan diikuti oleh perwakilan warga dari Desa Ngombak dan Desa Kentengsari. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Babinsa setempat serta tokoh agama yang selama ini berperan aktif sebagai penasehat dan pembimbing umat beragama di wilayah tersebut.
Kehadiran para tokoh agama dan aparat kewilayahan semakin menambah kekhidmatan acara, sekaligus menjadi simbol kuatnya nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan spiritualitas masyarakat dalam mendukung setiap proses pembangunan di desa.
Dengan dimulainya pembangunan Jembatan Gantung Garuda, masyarakat berharap proyek infrastruktur tersebut dapat segera rampung sesuai rencana dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi peningkatan
kualitas hidup serta kesejahteraan warga di Kecamatan Kedungjati dan wilayah sekitarnya.Punkasnya,Shabar.tim.



