Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Bersama Warga, TNI dan BPBD Bahu-Membahu Bangun Jembatan Gantung Garuda untuk Dorong Perekonomian Desa

Sabtu, 17 Januari 2026 | Januari 17, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-17T11:23:34Z


MNI|Grobogan — Semangat gotong royong dan kebersamaan kembali tercermin dalam pelaksanaan pembangunan Jembatan Gantung Garuda yang menghubungkan Desa Ngombak dan Desa Kentengsari, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan. Pengerjaan infrastruktur strategis tersebut terus dikebut melalui kolaborasi lintas sektor antara TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan masyarakat setempat, Sabtu (17/1/2026).

Komandan Koramil (Danramil) 18/Kedungjati, Kapten Cke Suwarto, menjelaskan bahwa tahapan pembangunan jembatan saat ini telah memasuki proses pengerjaan fisik berupa penggalian tanah untuk pembuatan lubang anchor tiang bawah. Tahap ini merupakan bagian krusial dalam konstruksi jembatan gantung karena berfungsi sebagai penopang utama struktur jembatan.


“Bersama warga setempat dan rekan-rekan dari BPBD Kecamatan Kedungjati, kami bahu-membahu melaksanakan penggalian tanah untuk pembuatan lubang anchor tiang bawah. Ini adalah elemen penting yang menentukan kekuatan dan keamanan jembatan gantung Garuda,” ujar Kapten Suwarto di sela kegiatan.

Ia menambahkan bahwa pengerjaan dilakukan secara simultan di dua sisi lokasi, yakni di wilayah Desa Ngombak dan di sisi seberang yang berada di Desa Kentengsari. Langkah tersebut dilakukan guna mempercepat progres pembangunan sekaligus memastikan kesesuaian konstruksi di kedua titik penopang jembatan.

“Kami kerjakan secara bersamaan di kedua desa agar proses pembangunan lebih efektif dan sesuai dengan perencanaan teknis yang telah ditetapkan,” tambahnya.

Kolaborasi antara TNI, BPBD, dan masyarakat ini menjadi wujud nyata sinergi antarinstansi daerah sekaligus implementasi kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam upaya pembangunan desa. Keterlibatan aktif masyarakat tidak hanya mempercepat pembangunan infrastruktur, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki serta tanggung jawab bersama terhadap fasilitas publik yang dibangun.

Keberadaan Jembatan Gantung Garuda diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah desa, memperlancar mobilitas warga, serta mendorong pertumbuhan perekonomian lokal. Jembatan tersebut nantinya akan mempermudah akses masyarakat dalam aktivitas pertanian, perdagangan, pendidikan, dan pelayanan sosial.

Lebih dari sekadar pembangunan fisik, kegiatan gotong royong ini juga menjadi simbol persatuan dan kepedulian sosial, di mana berbagai elemen masyarakat bersatu untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan. Semangat kebersamaan ini diharapkan terus


terjaga sebagai fondasi dalam membangun Indonesia yang maju, adil, dan beragam dalam suku, budaya, serta latar belakang sosial.

punkasnya,Shabar.tim

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update